Hingga saat ini polisi masih terus mendalami dan menentukan korban jiwa dan kerusakan yang menewaskan empat orang sekeluarga ini.
Berdasarkan informasi yang telah dihimpun dari berbagai sumber ini, kasus ledakan bermula dari rumah warga bernama Sudarmanto, yang merupakan warga yang sering menggunakan rumahnya sebagai tempat meracik petasan menjelang bulan puasa.
Rumah Sudarmanto pun termasuk rumah yang paling banyak terjadi kerusakan, dari dalam rumah tercium bau belerang yang sangat pekat.
Dari ledaka itu terjadilah kemudian beruntun menghancurkan rumah disekitarnya, yang jika ditotal jumlah totalnya hampir 25 rumah rusak dan korban luka hingga 13 orang.*