nasional

Bobot Capai 1 Ton, Presiden Prabowo Sumbang 34 Ekor Sapi untuk Masyarakat Sumut

Rabu, 20 Mei 2026 | 21:50 WIB
Hewan kurban sumbangan Presiden Prabowo untuk hari raya Idul Adha.

KLIKREAD.COM, Sumut - Presiden RI Prabowo Subianto menyalurkan 34 ekor sapi kurban untuk masyarakat Sumatera Utara (Sumut) pada Idul Adha 1447 Hijriah.

Sebanyak 33 ekor sapi diberikan untuk masing-masing kabupaten/kota, sementara satu ekor lainnya diperuntukkan bagi Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Sumut).

"Khusus Iduladha tahun ini, Presiden RI menyalurkan program bantuan masyarakat berupa 34 ekor sapi kurban di Sumut yang dananya dari APBN," kata Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Sumut, Yusfahri Perangin-Angin, Rabu 20 Mei 2026.

Baca Juga: Terlibat Kasus Penipuan Online, Imigrasi Tangerang Deportasi 19 WNA Terduga Sindikat Love Scamming

Menurut Yusfahri, seluruh sapi bantuan Presiden berasal dari peternak lokal Sumut.

Bobot sapi yang disalurkan pun tergolong besar, mulai dari 800 kilogram hingga mencapai satu ton.

"Bobot sapi ini sangat besar berkisar 800 kilogram hingga ada yang 1 ton dan keseluruhan sapi program bantuan masyarakat ini asli dari peternak kita di Sumut," katanya.

Baca Juga: Sukses Tunjukan Kinerja Unggulan, Kemendagri Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026

Yusfahri memastikan ketersediaan hewan kurban tahun ini berada dalam kondisi terkendali, baik dari sisi distribusi maupun pengawasan kesehatan ternak.

"Stok daging kita saat ini ada sebanyak 748.000 ekor yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha yang berkisar 2.500 hingga 5.000 ekor," ujarnya.

Selain mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Sumut, Yusfahri mengatakan daerah ini juga menjadi pemasok hewan kurban untuk sejumlah provinsi lain, seperti Sumatera Barat dan Riau.

Baca Juga: BNN Bongkar Anggota TNI dan Dua Warga Kasus Sabu Jaringan Aceh-Bogor Dalam Kemasan Teh China

"Dalam dua tahun terakhir para peternak di Sumut mulai meningkatkan penyediaan sapi kurban berukuran besar," sebutnya.

Namun begitu, belum semua daerah mampu memenuhi kebutuhan secara mandiri sehingga distribusi masih dilakukan dengan pola subsidi silang antardaerah.

Halaman:

Tags

Terkini