KLIKREAD.COM - Kontroversi semakin memanas setelah acara nobar film dokumenter 'Pesta Babi' di beberapa kampus dibubarkan.
Kasus yang paling ramai terjadi di kampus Universitas Mataram atau Unram.
Pembubaran dilakukan dengan alasan menjaga kondusivitas kampus dan mencegah potensi konflik.
Menurut pihak kampus, keputusan tersebut diambil demi menghindari ketersinggungan antar pihak.
Namun alasan itu justru memicu kritik dari mahasiswa dan aktivis kebebasan berekspresi.
Banyak yang menilai kampus seharusnya menjadi ruang terbuka untuk diskusi ilmiah, termasuk membahas film dokumenter yang mengangkat isu sosial.
Kasus pembubaran ini akhirnya menjadi sorotan nasional dan memicu debat tentang kebebasan akademik di Indonesia.
Dalam kasus di Unram, pembubaran dilakukan pihak rektorat melalui Wakil Rektor III, yaitu Sujita.
Baca Juga: Polresta Bandara Soekarno-Hatta Bongkar Pencurian 180 Unit Tas Ekspor di Kargo Internasional
Menurut keterangannya, tindakan tersebut dilakukan atas instruksi Rektor Unram, Sukardi.
Pihak kampus menyebut keputusan itu diambil demi menjaga situasi tetap kondusif.
Namun pernyataan tersebut mendapat kritik dari mahasiswa dan pegiat demokrasi.
Banyak yang mempertanyakan apakah diskusi film dokumenter memang harus dihentikan hanya karena dianggap sensitif.