KLIKREAD.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono, meminta pemerintah Indonesia perlu menegaskan kembali sikap netral dan politik luar negeri bebas aktif.
Hal ini usai melintasnya pergerakan kapal perang Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Malaka.
Menurut Dave, penegasan itu dibutuhkan untuk menepis persepsi negatif terhadap Indonesia setelah melintasnya tersebut.
Baca Juga: Kapal Perang AS Muncul di Selat Malaka, Menlu Sebut Biasa Bagian Freedom of Navigation Patrol
"Kami memahami bahwa ada persepsi internasional yang mungkin muncul terkait motif pelintasan tersebut.
Oleh karena itu, penting bagi Indonesia untuk terus menegaskan sikap netral.
Sekaligus aktif mendorong terciptanya komunikasi dan kerja sama multilateral agar jalur strategis seperti tetap aman dan bebas dari eskalasi ketegangan," kata Dave.
Baca Juga: Kejagung Lelang 400 Barang Sitaan Hasil Rampasan Negara dari Koruptor Lewat BPA Fair 2026
Ia menambahkan, Indonesia juga perlu aktif mendorong komunikasi dan kerja sama multilateral agar kawasan strategis seperti Selat Malaka tetap aman dan tidak mengalami eskalasi ketegangan.
Dave juga memahami bahwa pelintasan kapal perang Amerika Serikat merupakan bagian dari hak lintas damai yang diatur dalam hukum laut internasional. Ketentuan tersebut tertuang dalam UNCLOS 1982.
“Selat Malaka adalah jalur internasional vital bagi perdagangan global.
Sehingga setiap pelayaran yang sesuai hukum internasional harus dipahami sebagai praktik yang sah,” tegasnya.***