Tidak hanya siswa SD, namun sejumlah anak TK dan siswa SMP juga dilaporkan alami keracunan serupa.
Sejumlah warga menduga sumber keracunan berasal dari buah melon yang terasa kecut atau saus tahu dalam menu makanan.
Berdasarkan data sementara, sedikitnya 12 siswa dari jenjang TK hingga SMP harus menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti Puskesmas Pembantu Tegalombo dan RSU Medical Mandiri, sejak 9 hingga 10 April 2026 lalu.
Para siswa tersebut berasal dari beberapa desa, di antaranya Kebondalem, Gedangan, Ngreco, Kemuning, dan Tegalombo. Gejala yang dialami relatif seragam, yakni mual, muntah, sakit perut, hingga diare.***