nasional

Sekolah Rakyat Diperluas, Budiman: Investasi Masa Depan untuk Putus Rantai Kemiskinan

Jumat, 13 Maret 2026 | 09:47 WIB
Ilustrasi. Sekolah Rakyat Memuliakan Masyarakat Miskin./net

KLIKREAD.COM, Jakarta - Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin), Budiman Sudjatmiko, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggul Garuda merupakan langkah strategis pemerintah untuk menyiapkan generasi unggul Indonesia sekaligus memutus rantai kemiskinan antar generasi.

Budiman menjelaskan, banyak anak Indonesia lahir dengan mimpi dan semangat besar, namun tidak semuanya memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan pendidikan berkualitas.

“Karena itu Presiden Prabowo Subianto memperluas program Sekolah Rakyat,” ujar Budiman dalam pesan video bertajuk Indonesia in 60 Seconds seperti dikutip dari akun Instagram pribadinya, Rabu, 12 Maret 2026.

Dalam satu tahun terakhir, Budiman menjelaskan, program Sekolah Rakyat telah menjangkau sekitar 22 ribu siswa di 166 sekolah.

Baca Juga: 1.518 Huntara Terbangun di Gayo Lues, Ditargetkan Rampung Total Jelang Lebaran

Pemerintah juga menargetkan pembangunan 100 Sekolah Rakyat baru pada tahun ini untuk memperluas jangkauan pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Menurut Budiman, pendidikan merupakan instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan.

Melalui Sekolah Rakyat, negara memberikan akses pendidikan yang layak sekaligus membuka peluang bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meningkatkan kualitas hidup mereka di masa depan.

Sebagai lembaga yang bertugas mengoordinasikan percepatan pengentasan kemiskinan, BP Taskin memastikan berbagai program yang menyasar masyarakat miskin berjalan lebih terarah, terintegrasi, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Tebar Kebaikan, Raih Keberkahan SMPN 12 Batam Bagikan Santunan Lewat OSIS Berbagi

Dalam kerangka tersebut, Sekolah Rakyat menjadi bagian penting dari strategi nasional untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan memperluas mobilitas sosial masyarakat.

Selain itu, kata Budiman, pemerintah juga mengembangkan Sekolah Unggul Garuda yang terintegrasi dengan kampus baru untuk mencetak generasi unggul di bidang STEM (Science, Technology, Engineering, dan Mathematics).

Budiman menegaskan, anak-anak Indonesia tidak boleh hanya menjadi penonton di era teknologi, tetapi harus menjadi pencipta, peneliti, dan inovator yang mampu bersaing di tingkat global.

“Masa depan Indonesia tidak boleh ditentukan oleh tempat seseorang dilahirkan, tetapi oleh kesempatan untuk belajar dan berkembang,” ujar Budiman.

Halaman:

Tags

Terkini