KLIKREAD.COM, Jakarta - Kadin Indonesia mengimbau Presiden Prabowo Subianto untuk membatalkan rencana impor 105.000 kendaraan niaga senilai Rp 24,66 triliun dari India untuk mendukung operasional Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.
Impor mobil dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) dinilai dapat mematikan industri otomotif di dalam negeri, tidak menggerakkan ekonomi.
Dan hal ini bertentangan dengan program industrialisasi yang sedang didorong pemerintah.
Baca Juga: Komisi III DPR Minta PN Batam Pertimbangkan Terkait Tuntutan Hukuman Mati ABK Fandy Ramadhan
Selain itu, industri otomotif nasional menyatakan sanggup menyediakan mobil pikap yang dibutuhkan Kopdes Merah Putih.
“Setelah menerima pandangan dari pelaku industri otomotif dan asosiasi kami mengimbau Bapak Presiden agar membatalkan rencana impor 105.000 unit kendaraan niaga,” kata Wakil Ketua Umum Kadin (WKU) Bidang Industri Saleh Husin dalam keterangan resmi, Minggu 22 Februari 2026.
Menurutnya, selain tidak sesuai dengan visi dan program kerja Presiden, perusahaan otomotif di dalam negeri menyatakan siap melayani permintaan Kopdes Merah Putih.
Baca Juga: Ngaku Kecewa Penunjukan Ketua Plt DPD, Pengurus 13 DPC PSI Kota Semarang Serentak Mengundurkan Diri
Target laju pertumbuhan ekonomi 8% yang dicanangkan Presiden Prabowo hanya bisa dicapai jika industri dalam negeri bertumbuh.
Presiden berulang kali menegaskan pentingnya hilirisasi dan industrialisasi untuk memperbesar nilai tambah, memperluas lapangan kerja, dan meningkatkan ekspor.
“Nah, seharusnya kita dukung keinginan Bapak Presiden tersebut bukan justru mematikan investasi dan industri yang sudah ada,” ungkap Saleh.
Baca Juga: Digelar di Bulan Ramadhan, Imlek Festival 2577 Resmi Dimulai Hari Ini di Lapangan Banteng
Kebutuhan mobil pikap oleh Kopdes Merah Putih, tambah Saleh, perlu dijadikan momentum untuk memajukan industri otomotif nasional.
Impor kendaraan CBU berdampak luas terhadap industri otomotif dalam negeri yang sudah dibangun.