nasional

Dapat Uang Saku Rp3,3 Juta Per Bulan, PCO Buka Paket Ekonomi Magang 20 Ribu Lulusan Baru Perguruan Tinggi

Selasa, 16 September 2025 | 12:45 WIB
Fithra Faisal,Tenaga Ahli Utama PCO./net

KLIKREAD.COM, Jakarta – Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO) angkat bicara soal paket ekonomi 2025 8+4+5.

Kebijakan itu salah satunya mencakup magang untuk 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan uang saku Rp3,3 juta per bulan.

Paket ekonomi yang diluncurkan itu secara keseluruhan mencakup 8 program akselerasi, 4 program lanjutan, dan 5 program penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: KPK Ungkap Kuota Haji Khusus Tambahan Diperjualbelikan Antarbiro Perjalanan Haji

Tenaga Ahli Utama PCO Fithra Faisal mengatakan, kebijakan ini akan berdampak pada tersedianya lapangan kerja, peningkatan daya beli, dan pertumbuhan ekonomi.

Dia menjelaskan, paket stimulus ekonomi ini merupakan jawaban atas tuntutan publik.

Terutama terkait penyediaan lapangan kerja berkualitas, sekaligus jaminan bagi pekerja lepas (gig worker).

Baca Juga: Inilah 16 Dokumen Capres-Cawapres Dirahasiakan KPU Tidak Boleh Dibuka ke Publik

“Terutama ojol (ojek online) yang kemarin mendapatkan concern yang lumayan besar dari Presiden,” kata Fithra, Selasa 16 September 2025 sebagaimana dilansir dari Antara.

Sebelumnya, dalam konferensi pers Senin (15/9) lalu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan salah satu stimulus dalam 8 inisiatif utama adalah diskon 50 persen iuran BPJS Ketenagakerjaan.

Diskon itu menyasar pengemudi ojek online, ojek pangkalan, sopir, kurir, dan pekerja logistik, dan mencakup iuran untuk jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian.

Baca Juga: Bingung Terim Dana Segar Rp200 Triliun, Menkeu Purbaya Duga Dirut Bank pada Pusing Penyalurannya

Menurut Fithra, program akselerasi juga difokuskan pada penyerapan tenaga kerja melalui magang untuk 20 ribu lulusan baru perguruan tinggi, dengan uang saku Rp 3,3 juta per bulan.

“Jadi pemerintah menjamin 20 ribu fresh graduate ini untuk bisa langsung masuk ke sistem melalui magang, sehingga pada akhirnya mereka tidak menjadi sumber daya yang menganggur,” ujarnya.***

Tags

Terkini