KLIKREAD.COM, Jakarta - Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo mengungkapkan, kuota haji khusus merupakan kuota tambahan dari Pemerintah Arab Saudi diperjualbelikan antarbiro perjalanan haji.
"Ada yang juga diperjualbelikan antarbiro, dan ada juga yang langsung diperjualbelikan kepada para calon jemaah," ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin 15 September 2025.
Pernytaan Budi Prasetyo saat menjawab pertanyaan seputar penyidikan kasus dugaan korupsi dalam penentuan kuota dan penyelenggaraan ibadah haji di Kementerian Agama tahun 2023-2024.
Baca Juga: Inilah 16 Dokumen Capres-Cawapres Dirahasiakan KPU Tidak Boleh Dibuka ke Publik
Budi menjelaskan biro perjalanan haji mendapatkan kuota haji khusus yang berasal dari kuota tambahan tersebut dari asosiasi biro perjalanan haji.
"Ada beberapa asosiasi. Kalau tidak salah, ada 12 atau 13 asosiasi yang membawahi sejumlah biro perjalanan.
Nah ini [kuota haji khusus dari kuota tambahan] dibagi kepada biro-biro ini," jelasnya.
Baca Juga: Gus Ipul Bantah PBNU Padat Aliran Dana Korupsi Kuota Haji
Sebelumnya, pada 9 Agustus 2025, KPK resmi mengumumkan dimulainya penyidikan perkara dugaan korupsi terkait kuota dan penyelenggaraan haji di Kementerian Agama.
Langkah ini diambil setelah KPK memeriksa mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas, dalam tahap penyelidikan pada 7 Agustus 2025.
Pada saat yang sama, KPK menyatakan sedang berkoordinasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI untuk menghitung potensi kerugian negara dalam kasus tersebut.
Baca Juga: BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025
Hasil penghitungan awal yang diumumkan KPK pada 11 Agustus 2025 menunjukkan potensi kerugian negara mencapai lebih dari Rp1 triliun.***
Artikel Terkait
Mahfud MD Nilai Reshuffle Kabinet Respon Cepat Prabowo Dengar Keresahan Masyarakat
Dedi Mulyadi Bantah Terima Tunjang Rp33 M Tiap Tahun, Akui Gaji Hanya Rp8,1 Juta Per Bulan
Menkomdigi Yakini Peluncuran Satelit N5 Hadirkan Internet Cepat Hingga Pelosok
Presiden RI Prabowo Tinjau Dadakan Lihat Langsung Penanganan Paska Banjir di Bali
Presiden Prabowo Tinjau Lokasi Banjir di Bali, Pastikan Bantuan Tepat Sasaran
BRI Jaring Karya Jurnalistik Inspiratif Melalui News Fest 2025
BRI Gelar Program Pengusaha Muda BRILiaN 2025
Bingung Terim Dana Segar Rp200 Triliun, Menkeu Purbaya Duga Dirut Bank pada Pusing Penyalurannya
Gus Ipul Bantah PBNU Padat Aliran Dana Korupsi Kuota Haji
Inilah 16 Dokumen Capres-Cawapres Dirahasiakan KPU Tidak Boleh Dibuka ke Publik