KLIKREAD.COM, Sumut - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) segera menggelar Operasi Pasar dengan menyediakan stok beras sekitar 15.700 ton.
Operasi Pasar ini bertujuan guna mengintervensi dan mengendalikan harga beras di pasaran.
Sehingga harga beras kembali normal dan terjangkau masyarakat.
Baca Juga: KPK Telah Melakukan Gelar Perkara dan Menetapkan Tersangka Terkait OTT Wamen Immanuel Ebenezer
Rencana Operasi Pasar ini dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan Ekonomi Makro yang dipimpin Gubernur Sumut Bobby Nasution bersama Badan Pusat Statistik (BPS).
Dan juga dihadiri Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) di Aula Tengku Rizal Nurdin, Medan pada Rabu 20 Agustus 2025 malam lalu.
Gubernur Sumut mengatakan, saat ini Pemprov telah berkomunikasi dengan Bulog dalam rangka pengendalian harga beras.
Baca Juga: Mantan Presiden RI Jokowi Apresiasi KPK Terkait Penangkapan Wamen Noel Ebenezer Terkena OTT
Melalui Operasi Pasar di seluruh kabupaten/kota secara serentak, diharapkan masyarakat tidak lagi mengeluhkan mahalnya harga bahan pokok ini.
"Sebagai gambaran umumnya saya sampaikan, ada 15.700 ton beras yang akan dibagikan untuk intervensi pasar dari Bulog.
Bisa dijual dengan harga maksimal Rp13.100. Kita sudah ada MoU dengan Bulog untuk operasi pasar ini," ujar Bobby.
Baca Juga: KPK Minta Lisa Mariana Bantu Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan Bank BJB
Dari angka tersebut, pihak Bulog menargetkan operasi pasar di tiap daerah kabupaten/kota se-Sumut setiap bulan.
Para kepala daerah diharapkan menyiapkan skema untuk membuka pasar murah di beberapa tempat.