nasional

KPK Minta Lisa Mariana Bantu Ungkap Dugaan Korupsi Pengadaan Iklan Bank BJB

Jumat, 22 Agustus 2025 | 15:27 WIB
Tangkapan layar video Lisa Mariana bersama pengacara saat memenuhi panggilan KPK./net

KLIKREAD.COM, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengharapkan Lisa Mariana (LM) dapat memberi keterangan yang dapat membantu pengungkapan kasus dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat (BJB).

Lisa sendiri sudah mulai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di lantai dua Gedung Merah Putih KPK.

"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi karena saudari LM sudah hadir memenuhi panggilan penyidik.

Baca Juga: 15 Tahun Berturut Turut BRI Berikan Apresiasi Anggota Paskibraka dan Tenaga Pendukung Paskibraka Nasional

Tentunya keterangan ataupun informasi yang nanti disampaikan oleh saudari LM dalam pemeriksaan dengan penyidik tentu sangat dibutuhkan," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo di Kantornya, Jakarta, Jumat 22 Agustus 2025.

"Sehingga keterangan-keterangan itu nanti akan membantu KPK dalam mengungkap perkara ini," sambungnya.

Dalam kasus ini, Budi menuturkan sebagian anggaran digunakan dalam dana non-bujeter di Bank BJB.

Baca Juga: Meski Hasil Tes DNA Negatif, Netizen Sebut Anak Lisa Mariana Mirip Ridwan Kamil

Penyidik, terang dia, tengah mendalami peruntukan dari penggunaan dana non-bujeter tersebut.

"Penyidik terus menelusuri apa sih penggunaan dari dana non-bujeter tersebut, untuk apa, untuk siapa. Nah, itu sedang didalami," ujarnya.

Selain Lisa, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap Calon Wakil Gubernur Jawa Barat 2024-2029 Ilham Akbar Habibie.

Baca Juga: Polres Metro Jatim Tangkap 4 Orang Pelaku Penculik Kacab Bank BUMN Ditemukan Tewas di Bekasi

Ilham Habibie merupakan pakar penerbangan yang juga anak dari Presiden RI ke-3 BJ. Habibie.

"KPK terus melakukan pemanggilan terhadap para saksi, para pihak yang tentunya keterangannya sangat dibutuhkan, ya termasuk kegiatan-kegiatan pengeledahan yang sebelumnya telah dilakukan," ucap Budi.

Halaman:

Tags

Terkini