KLIKREAD.COM- Penganiayaan anak petinggi GP Ansor David Latumahina oleh anak (mantan) petinggi Ditjen Pajak Mario Dandy berbuntut panjang.
Kasus penganiayaan David Latumahina tersebut tak hanya berimbas pada ayah dari Mario Dandy sebagai pejabat Ditjen Pajak, tapi juga pada pegawai pajak di bawah naungan Kementerian Keuangan.
Keluarga Mario Dandy menjadi sorotan lantaran kekayaannya yang dianggap tidaak wajar dengan hanya status sebagai pegawai di Ditjen pajak.
Masyarakat menyoroti gaya hidup para pegawai pajak yang dinilai banyak sikap hedon dan pamer kekayaan.
Termasuk klub pecinta moge yang belakangan jadi sorotan Menkeu Sri Mulyani.
Bahkan beredar foto Dirjen Pajak Suryo Utomo mengendarai Motor Gede (moge) bersama klub BlastingRijder DJP yang merupakan komunitas pegawai pajak yang menyukai naik motor besar.
Tentu masyarakat mengetahui bahwa harga moge hampir rata-rata di atas seratus juta rupiah.
Baca Juga: Jadwal dan Link Live Streaming Final Carabao Cup Manchester United vs Newcastle United
Sehingga sangat mengherankan jika pegawai pajak bisa memiliki moge yang bahkan jumlahnya bisa lebih dari satu unit.
Merasa malu institusinya jadi sorotan bahkan disebut lembaga korup, Sri Mulyani mengambil sikap atas kondisi itu.
Di laman instagram centang biru @sminrawati, dipaparkan sikap Menkeu terkait kepemilikan moge oleh pegawai pajak.
Artikel Terkait
Adu Kekayaan Rafael Alun Trisambodo, Ayah Mario Dandy dengan Jonathan Latumahina Ayah David
Mario Dandy Bukan Satu-satunya, Ada 7 Nama Lain yang Terseret Kasus Penganiayaan Anak Petinggi GP Ansor, David
Kasus Penganiayaan Mario Dandy pada David Cristalino Ozora, Pemerhati Anak: Perilaku Sadis Akibat Pola Asuh
Mario Dandy Ketar-ketir, Begini Kondisi Terbaru David Latumahina, Sudah Bisa...
Keluarga Mario Dandy Sudah Meminta Maaf, Pihak David Latumahina Memastikan Proses Hukum Tetap Berjalan