Baca Juga: Heboh Temuan Jasad Wanita dalam Kamar Kos Jakbar, Diduga Tewas Dibunuh di Tangan Suaminya Sendiri
"Saya tidak melihat adanya urgensi kegiatan tersebut dalam menunjang pekerjaan mereka di BPJS Ketenagakerjaan," sambungnya.
Di samping itu, Timboel menyoroti, pelatihan tersebut justru berpotensi membahayakan keselamatan calon pekerja dan tidak memberikan perlindungan yang memadai bagi para peserta.
"Saya kira pelatihan tersebut berisiko besar terhadap calon pekerja dan tidak mendukung keselamatan mereka," tandasnya.***
Artikel Terkait
Penerapan Kebijakan WFH, Pemko Tanjungpinang Evaluasi dan Pantau Melalui Sistem Presensi Pegawai
Jaga Mutu Layanan, KUA Bulang Gelar Evaluasi Kinerja Pegawai Triwulan Kedua
Ikuti Apel Virtual Kemenko Kumham, Lapas Batam Beri Apresiasi Pegawai Teladan
Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN, Langkah Tegas Bersihkan Penyimpangan