KLIKREAD.COM, Jakarta – Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari mengungkapkan Badan Gizi Nasional berhasil mengidentifikasi adanya 414 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sudah menerima pencairan anggaran atau memiliki rekening virtual ganda, namun faktanya belum beroperasi.
Berkat penemuan tersebut, ratusan miliar rupiah berhasil diselamatkan dan dikembalikan ke kas negara.
Hal ini merupakan salah satu hasil dari pembenahan tata kelola yang telah dimulai sejak masa kepemimpinan Kepala BGN sebelumnya, Nanik Sudaryati Deyang, dan kini terus dilanjutkan.
Qodari menjelaskan pembenahan ini berjalan lewat 11 langkah reformasi menyeluruh, dimulai dengan mengevaluasi hampir 28.000 SPPG di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Mulai 2027, RT RW Batam Diberi Peran Penting Dukung Peningkatan Pendapatan Daerah
Sekitar 3.000 dapur telah diklasifikasikan berdasarkan standar keamanan dan mutu pangan.
Pembangunan fasilitas baru pun diprioritaskan untuk wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar.
Sebelas tim khusus juga dibentuk guna memperkuat pengelolaan, mengarahkan sasaran kepada kelompok paling membutuhkan, serta mendatangkan tenaga profesional dari berbagai kementerian dan lembaga.
Kini langkah perbaikan itu diteruskan oleh Sudaryono selaku Kepala BGN yang baru ditunjuk.
Baca Juga: Semarakkan HUT ke-81 RI, Pemko Batam Ajak Kibarkan Merah Putih dan Gunakan Logo Resmi
“Pergantian kepemimpinan ini adalah upaya penyempurnaan agar BGN semakin lincah dan responsif, sama sekali tidak menggeser maupun menyurutkan semangat,” tegas Qodari.
Program Makan Bergizi Gratis tetap menjadi investasi utama pemerintah demi mewujudkan cita-cita besar Indonesia Emas tahun 2045.***
Artikel Terkait
Usai Dilantik, Kepala BGN Sudaryono Tegaskan Komitmen Transparansi dan Bebas Konflik Kepentingan
Inspeksi Mendadak di Bogor, Kepala BGN Tegas, SPPG Tak Penuhi Standar Akan Dihentikan
Sudaryono Pecat 261 Pegawai BGN, Langkah Tegas Bersihkan Penyimpangan