Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga mengutarakan kesedihan mendalam setelah mengetahui fakta hilangnya potensi kekayaan negara yang seharusnya dialokasikan bagi kesejahteraan rakyat banyak.
Situasi ini dinilainya sebagai bentuk kelalaian kolektif yang telah berlangsung lama.
Guna mengatasi persoalan tersebut, pemerintah berkomitmen penuh untuk memperketat pengawasan dan menjaga seluruh aset bangsa agar tetap sasaran demi kepentingan masyarakat luas.
Baca Juga: Transformasi Nusakambangan, Kawasan Pembinaan yang Kini Penuh Hasil dan Manfaat
Langkah tegas ini diambil sebagai pemenuhan kewajiban atas sumpah jabatan yang telah diucapkan.***
Artikel Terkait
Kejagung Geledah 6 Lokasi Rumah dan Kantor terkait Korupsi MBG
Mandagri Tito Apresiasi Pemda Konsisten Menjaga Kooordinasi Kendalikan Inflasi Daerah
Lindungi Produk Jurnalis, Dewan Pers Berharap Revisi UU Hak Cipta Dapat Dukungan Semua Pihak
Tagih 19 Juta Lapangan Kerja dan Revisi MBG, Ratusan Mahasiswa USU Aksi di DPRD Sumut
DPRD Batam Dengarkan Jawaban Wali Kota atas Pandangan Umum Fraksi terhadap RPP APBD 2025
Transformasi Nusakambangan, Kawasan Pembinaan yang Kini Penuh Hasil dan Manfaat
Bonatua Silalahi Lakukan Gugat Penetapan Capres Pemilu Tahun 2014 dan Tahun 2019
Bangun 5.000 Jembatan Gantung, Presiden Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Bangun 10 Universitas Medis dan Sains, Presiden Prabowo Gandeng Imperial College
Penahanan Roy Suryo dan Tifa Ditangguhkan, Jokowi Sebut Kewenangan Kejaksaan