"Namun nyatanya kami melihat sendiri anak kami diikat, anak kami ditelanjangi," ungkapnya.
3 Kali Opname, Pertumbuhan Terhambat
Sukirman menuturkan, sebelumnya sang anak sudah 3 kali opname atau dirawat ke rumah sakit sejak dititipkan di Daycare Little Aresha.
"Anak kami Pak, sudah 3 kali opname, masuk rumah sakit. Dan pertumbuhannya juga terhambat," bebernya.
"Sampai saat ini, sudah 1 tahun lebih anak kami belum bisa jalan," terang Sukirman.
Berkaca dari hal itu, sebagian publik juga menyoroti pihak yayasan yang diduga melakukan praktik keji itu secara sistematis dan turun-temurun.
Ketua Yayasan dan Kepsek Disorot
Pada kesempatan yang sama, Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta, Kompol Adrian mengungkapkan adanya dugaan praktik kekerasan yang diwariskan oleh pihak Ketua Yayasan hingga Kepala Sekolah di daycare tersebut.
Adrian menyebut, terduga pelaku dalam kasus ini juga sempat memerintahkan tangan dan kaki para korban anak tersebut diikat.
Terduga pelaku yang dimaksud, yakni DK selaku Ketua Yayasan dan AP sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) di daycare Little Aresha.
"Ketua Yayasan dan Kepala Sekolah ini selalu hadir di tiap pagi, dan mereka melihat langsung para pengasuh melakukan hal tersebut kepada anak-anak itu," terang Adrian.
"Jadi dia mengetahui dan menyuruh pengasuh melakukan (kekerasan)," tambahnya.
Artikel Terkait
Kasus KDRT, Aniaya Istri dengan Kapak hingga Jari Putus di Tangerang, Polisi Amankan Pelaku, Begini Motifnya!
Jika Tak Ada Teriakan "Woy" dari Balkon Lantai 2, Mario Dandy Tak Akan Berhenti Aniaya David Latumahina
Ngakunya Minta Mario Dandy Berhenti Aniaya David Latumahina, Nyatanya Agnes Gracia Tak Sedih Apalagi Menolong
Dipicu Api Cemburu, Polisi Amankan Pemuda di Batam yang Tega Aniaya Kekasih Sendiri