Dengan tingkat kehancuran infrastruktur yang mencapai sekitar 80 persen, forum ini diharapkan mampu menghimpun dukungan global untuk membangun kembali ratusan ribu rumah, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Menurut Abdullah Rasyid, keterlibatan Indonesia dalam forum ini juga sejalan dengan tradisi diplomasi internasional yang selama ini dijalankan melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa dan Organisasi Kerja Sama Islam.
Ia menegaskan bahwa Indonesia tetap memegang prinsip bebas aktif, termasuk membuka opsi evaluasi jika keikutsertaan dalam BoP tidak lagi sejalan dengan tujuan utama, yakni kemerdekaan Palestina.
“Yang terpenting, Indonesia kini berada di meja perundingan, bukan hanya di luar sebagai pengamat. Dari posisi itulah peluang untuk memperjuangkan Palestina secara nyata menjadi jauh lebih besar,” tutupnya. ***
Artikel Terkait
Kapolri Diperintah Langsung Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus
365 Hunian Tetap Dibangun Kembali di Aceh, Warga: Kamarnya Luas!
Alumni Takjub Lihat Sekolahnya Diperbaiki Pemerintah: Dulu Jelek, Sekarang Bagus Sekali Pak Prabowo!
Pemerintah Beri Hunian Tetap untuk 104 KK di Aceh Utara dengan Interior Lengkap dan Masjid
Menpar Tinjau Kesiapan Museum di Jakarta Hadapi Libur Nyepi dan Lebaran 2026
Kapolri Tinjau Arus Mudik di Stasiun Tugu Yogyakarta, Pastikan Pelayanan Maksimal
Patroli Dialogis di Kiwirok, Aparat dan Warga Bersinergi Jaga Keamanan
Presiden Prabowo Bertolak ke Medan, Salat Idulfitri di Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Rayakan Idulfitri dengan Silaturahmi Kepada Pemimpin Negara Muslim
Kapolri Pimpin One Way Nasional, Imbau Pemudik Prioritaskan Keselamatan