Terjadi Lagi! Kasus Gagal Ginjal Akut Anak, Masyarakat Mesti Konsultasi ke Tenaga Kesehatan Sebelum Beli Obat

photo author
Tim Klik Read 02, Klik Read
- Senin, 6 Februari 2023 | 20:42 WIB
Ilustrasi: Ada temuan baru gagal ginjal akut pada anak, masyarakat diimbau untuk tidak membeli obat tanpa resep dari dokter. (Pixabay )
Ilustrasi: Ada temuan baru gagal ginjal akut pada anak, masyarakat diimbau untuk tidak membeli obat tanpa resep dari dokter. (Pixabay )

KLIKREAD.COM- Baru-baru ini kembali terjadi kasus baru gagal ginjal akut pada anak.

Ada dua temuan baru gagal ginjal akut pada anak. Menyikapi hal itu, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tidak membeli obat tanpa resep dari dokter.

Siti Nadia Tarmizi, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, menyarankan kepada masyarakat untuk berkonsultasi lebih dulu dengan tenaga kesehatan.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,8, Pemerintah Turki Kerahkan Tim Penyelamat untuk Evakuasi Korban, Tiga WNI Alami Luka Berat

"Jangan beli obat sendiri dulu, Yang paling baik saat ini adalah konsultasi ke tenaga kesehatan," ujar Siti Nadia Tarmizi, Senin (6/2/2023), dilansir dari PMJ News.

Ia juga menerangkan bahwa hingga kini para tenaga kesehatan masih menyarankan obat puyer bagi anak-anak. Terutama, setelah ada berbagai obat yang tidak digunakan dan ditarik BPOM.

"Mana yang aman, mana yang tidak, mungkin bisa merujuk ke BPOM atau ditanyakan (ke tenaga kesehatan)," ujarnya.

Baca Juga: Turut Berdukacita! Gempa Magnitudo 7,8 Guncang Turki dan Suriah, Ratusan Orang Meninggal Dunia

Diketahui bahwa Kemenkes mengonfirmasi temuan baru kasus gagal ginjal akut pada 2023. Dari dua laporan yang masuk, salah satunya sudah terkonfirmasi gangguan ginjal akut progresif (GGAPA).

"Penambahan kasus tercatat pada tahun ini. Satu kasus konfirmasi GGAPA dan satu kasus suspek," ujar Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril, Senin (6/2/2023).

Syahril juga menuturkan, satu pasien yang terkonfirmasi gagal ginjal akut berusia satu tahun. Pasien mengalami demam pada 25 Januari 2023, lalu diberi obat penurun demam yang dibeli di apotek dengan merk Praxion.

Baca Juga: Fresh Graduate Ini Peluangmu! Loker Bandung Jawa Barat Commercial Banking Dev Program di PT CIMB Niaga Tbk

"Pada tanggal 1 Februari, pasien kemudian dirujuk ke RSCM untuk mendapatkan perawatan intensif sekaligus terapi fomepizole, Namun, Tiga jam dirawat di RSCM, pada pukul 23.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia," tuturnya.

Ia juga menjelaskan, satu laporan lain yang juga dari DKI Jakarta, yakni anak tersebut berusia 7 tahun masih suspek.

Pasien mengalami demam pada tanggal 26 Januari 2023, kemudian mengonsumsi obat penurun panas sirup yang dibeli secara mandiri.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Dwi Muksin Yulianto

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X