Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Radius 5 Kilometer Jangan Mendekat

photo author
Lala Sari Endah, Klik Read
- Kamis, 5 Januari 2023 | 06:15 WIB
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali alami erupsi. (BNPB)
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda kembali alami erupsi. (BNPB)

Klikread.com - Kembali terjadi, Gunung Anak Krakatau yang berada di Selat Sunda mengalami erupsi.

Beberapa waktu lalu memang Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi dan membuat waswas warga sekitar.

Bahkan terhitung sejak tahun 2000, Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda ini sudah mengalami erupsi sebanyak kurang lebih 100 kali.

Berdasarkan keterangan Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melaporkan, Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Rabu (4/1/2023), pukul 14.10 WIB.

Baca Juga: Inilah 14 Kunci Jawaban Shopee Tebak Kata Tantangan Harian Kamis 5 Januari 2023

PVMBG juga langsung memberikan peringatan kepada masyarakat supaya tidak mendekati gunung tersebut.

"Masyarakat/pengunjung/wisatawan/pendaki tidak mendekati Gunung Anak Krakatau, atau beraktivitas dalam radius 5 Km dari kawah aktif. Tinggi kolom letusan teramati ± 100 Meter di atas puncak (± 257 m di atas permukaan laut)," kata PVMBG dalam keterangan tertulis, dikutip Klikread.com dari RRI.

PVMBG juga mencatat, kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur. "Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 40 mm, dan durasi 20 detik," kata PVMBG.

Baca Juga: Lulusan S-1 Ayo Merapat! PT Vektordaya Mekatrika Buka Loker Posisi Sales untuk Penempatan Jakarta, Yuk Kerja!

Sementara, status aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau saat ini masih berada Level III. "Atau Siaga, dengan rekomendasi masyarakat agar tidak mendekati gunung api dalam radius lima kilometer dari kawah aktif," katanya.

Kegiatan vulkanik Gunung Anak Krakatau sejak (11/6/1930) hingga tahun 2000, telah mengalami erupsi lebih dari 100 kali. Erupsi Gunung Anak Krakatau itu, bersifat eksplosif maupun efusif.

Dari sejumlah letusan tersebut, umumnya titik letusan selalu berpindah-pindah dari sekitar tubuh kerucutnya.

Waktu istirahat berkisar satu hingga delapan tahun. Selain itu, umumnya terjadi empat tahun sekali berupa letusan abu dan lelehan lava.***

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Lala Sari Endah

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X