Klikread.com - Berkat kesigapan Tim SAR gabungan, seluruh korban ledakan tambang batu bara Sawahlunto berhasil ditemukan.
Beberapa waktu lalu terjadi ledakan di tambang batu bara Sawahlunto, banyak penambang yang terjebak.
Proses pencarian seluruh korban ledakan tambang batu bara di Kota Sawahlunto dihentikan karena korban berhasil ditemukan.
Baca Juga: BWF World Tour Finals 2022: Anthony Sinisuka Ginting Jumpa Viktor Axelsen di Final
Satu korban terakhir ditemukan di kedalaman 281 meter di lorong tambang batu bara PT Nusa Alam Lestari (NAL) tersebut.
Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor SAR (Basarnas) Padang Octavianto mengatakan, proses pencarian dengan menggunakan alat pernapasan bertekanan udara (SCBA), blower.
Korban dievakuasi secara manual dan langsung dibawa ke rumah sakit di Kota Sawahlunto untuk keperluan visum.
"Sebanyak 10 orang berhasil ditemukan dengan kondisi meninggal dunia. Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 18.00 WIB," kata Octavianto.
Lebih lanjut, Octavianto menyampaikan, sekitar pukul 19.30 WIB telah diusulkan operasi pencarian dan pertolongan ditutup pada saat briefing dengan unsur terkait.
"Semua unsur SAR yang terlibat dalam pencarian ini kembali ke satuannya masing-masing," katanya.
Sebelumnya, tambang batu bara milik PT Nusa Alam Lestari (NAL) yang berlokasi di Desa Salak , Kecamatan Talawi Kota Sawahlunto dikabarkan meledak sekitar pukul 08.30 WIB, Jumat (9/12/2022).
Dugaan awal terjadinya ledakan disebabkan oleh tingginya kadar gas Metana atau Hidrokarbon (CH4).​
Baca Juga: Persaingan Keluarga Skutik 110cc, Ini Beda Honda Scoopy, BeAT, dan Genio
Artikel Terkait
Tambang Batu Bara Meledak di Sumtera Barat, Empat Orang Tewas, Enam Lainnya Belum Ditemukan