Klikread.com - Erupsi Gunung Semeru makin mengkhawatirkan dan berdampak pada ribuan masyarakat.
Lontaran awan panas guguran dari erupsi Gunung Semeru dikabarkan mencapai 13 kilometer sehingga beberapa kecamatan di Lumajang ikut terdampak.
Akibat erupsi Gunung Semeru dilaporkan dua Kecamatan di Lumajang Jawa Timur terisolasi.
Baca Juga: Download Buku Bahasa Indonesia Kelas 10 Kurikulum Merdeka
Kondisi demikian menyusul satu-satunya jalur alternatif warga yang melalui daerah Aliran Sungai Lahar Semeru di Curahkobokan Pronojiwo Lumajang tertimbun matrial.
Guna mengantisipasi kemungkinan buruk terjadi pada masyarakat petugas melakukan penutupan pada akses jalan tersebut. Penutupan ini sampai dinyatakan Semeru dinyatakan sudah aman.
Kapolres Lumajang AKBP Dewa Putu Eka D, S.I.K M.H melalui Kasubsipenmas Aidpa Eko Budi Laksono mengatakan, jalur penyeberangan Curah Kobokan untuk sementara waktu ditutup total. Lantaran Gunung Semeru kembali erupsi, Minggu (4/12).
Saat ini personil Polres Lumajang bersiaga, bersinergi dengan Personel TNI, dan BPBD. Serta sejumlah stakeholder, meminta warga yang hendak menyebrang agar kembali.
Hasil koordinasi dengan pihak BPBD Kabupaten Lumajang, abu vulkanik kian terurai di jalur atau sungai lahar gunung tertinggi di Pulau Jawa itu.
"Untuk sementara waktu, sambil menunggu perkembangan lebih lanjut, jalur penyeberangan di Curah Kobokan ditutup demi keamanan," katanya dikutip dari RRI.
Hingga saat ini, pihaknya terus berkoordinasi dengan sejumlah pihak, guna terus memantau kondisi terkini. Kata Eko, sebagai dasar pengambilan langkah dan tindakan selanjutnya, menyikapi situasi yang ada.***
Artikel Terkait
Muntahkan Awan Panas Hingga Tujuh Kilometer, Warga Diminta Jauhi Lereng Gunung Semeru
Gunung Semeru Erupsi Lagi, Ribuan Warga Mengungsi
Belum Ada Korban Jiwa, Ini Desa Terdampak Erupsi Gunung Semeru
Mengulik Sejarah Gunung Semeru, Gunung Tertinggi di Pulau Jawa