Kritik keras pun berdatangan. Melansir Al Jazeera, Amnesty International Inggris menilai penangkapan warga hanya.
Karena memegang poster adalah pelanggaran hak internasional atas kebebasan berekspresi dan berkumpul.
Sejumlah tokoh publik, seperti anggota parlemen Partai Buruh John McDonnell, menyebut langkah ini sebagai serangan langsung terhadap demokrasi.
Banyak demonstran menegaskan mereka tidak akan mundur.
"Kalau duduk diam dengan tulisan tujuh kata saja bisa ditangkap, lalu apa arti kebebasan berbicara?" kata Paddy Friend, salah satu peserta aksi.
Baca Juga: Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Rayakan Ulang Tahun ke 100
Ada juga Manji Mansfield, seorang nenek, yang tetap datang meski pernah ditangkap di protes sebelumnya.
"Ini bukan Inggris yang saya kenal. Kita hidup di dunia yang seakan terbalik, dan saya menolaknya," ujarnya.
Larangan ini juga menuai kecaman dari pakar HAM PBB, yang menyebut penyematan label “teroris” pada Palestine Action tidak berdasar.
Baca Juga: Presiden Prabowo Subianto Ikuti KKT BRICS Ajak Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
Karena aksi mereka terbatas pada pembangkangan sipil dan kerusakan properti tanpa membahayakan nyawa.***
Artikel Terkait
Elon Musk Tanggapi Santai Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Prabowo Tinggalkan Arab Saudi, Lanjutkan Lawatan ke Negara Berikutnya
Presiden Prabowo Hadiri KTT BRICS 2025 di Brasil, Disambut Hangat oleh Presiden Lula
Elon Musk Bentuk Partai Politik di Amerika Serikat
Presiden Prabowo Subianto Ikuti KKT BRICS Ajak Kolaborasi Hadapi Krisis Iklim
Mantan PM Malaysia Mahathir Mohamad Rayakan Ulang Tahun ke 100
Presiden RI Prabowo Subianto Terkesan Kemajuan Teknologi Pertanian di Brasil Perlu di Tiru oleh Indonesia
Presiden Prabowo Tiba di Paris, Disambut Menteri Dalam Negeri Prancis
Pangeran dari Kerajaan Arab Al Waleed bin Khalid Al Saud Meninggal Usai Koma Hampir 20 Tahun
Jepang Desak AS Turunkan Tarif Impor Mobil dan Suku Cadang