Rijstaffel, Sajian dan Gaya Hidup Eropa di Hindia Belanda

photo author
Khairul, Klik Read
- Rabu, 25 Januari 2023 | 16:46 WIB
Sajian rijstaffel, gaya hidup kolonial Hindia Belanda yang mewah dan flamboyan (JW van Wessel)
Sajian rijstaffel, gaya hidup kolonial Hindia Belanda yang mewah dan flamboyan (JW van Wessel)

Sajian tersebut seperti nasi goreng, soto ayam dan krupuk, masakan Tionghoa Indonesia yakni babi kecap, lumpia, dan bakmi, serta hidangan yang dipengaruhi Eropa seperti semur daging. 

Bukan cuma itu saja, masih banyak pilihan lain dari kuliner Nusantara yang  bisa di hibrida dengan masakan Eropa atau Asia. Hal ini dimungkinkan karena kita masih memiliki ribuan pulau dengan 300 suku bangsa lebih yang pastinya memiliki kuliner khas masing-masing. 

Baca Juga: Cek Harga dan Spesifikasi iPhone 13 Series 2023, Awas Jangan Sampai Salah Pilih HP Ya, Cermat Sebelum Membeli!

Pada masa kolonial terutama di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sajian ala rijsttafel yang paling bergengsi di Hindia Belanda adalah saat momen luncheon
(makan siang atau santap siang) tiap-tiap hari Minggu di Hotel des Indes di Batavia dan Hotel Savoy Homann yang ada di kota 'Kembang' Bandung

Pada saat luncheon tersebut, nasi disajikan bersama lebih dari 60 macam hidangan baik hibrida, maupun yang Nusantara asli. Laksana menjamu para raja di kastil-kastil Eropa, para pelayan ini menggunakan pakaian resmi atau rapih seperti beskap, blagkon, kain batik, dan kebaya untuk pelayan perempuan. 

Baca Juga: Nyaris Lumpuh! Perundungan Siswi SMA di Sumatera Selatan, Keluarga Korban Buat Laporan ke Polres Empat Lawang

Mereka berjalan beriringan beberapa orang sambil membawa lebih dari puluhan macam hidangan dan mereka sajikan secara rapih di atas meja para tetamu yang sedang luncheon. 

Restoran yang menyajikan risjtaffel pada saat ini bisa dibilang sudah tidak banyak lagi. Pasca kemerdekan Indonesia tahun 1945, sajian ala rijstaffel mungkin masih saja dipraktekkan oleh orang Indo-Belanda yang memiliki akar budaya Hindia Belanda yang kuat. 

Baca Juga: Orami Buka Loker Lulusan D-3 Posisi General Affair Freelance Area Yogyakarta, Segera Merapat Gaji Rp3 Juta!

Akan tetapi setelah periode Revolusi Kemerdekaan, di Indonesia berkembang semangat nasionalisme dan menolak unsur-unsur budaya barat terutama Belanda. Hal ini berdampak pada sajian rijstaffel yang masyarakat Indonesia menganggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap bangsa Indonesia.

Eksploitasi tersebut bisa dilihat dari jajaran pelayan pribumi yang bekerja dengan perlakuan sebagai bangsa rendahan. 

Baca Juga: Gaji Rp5 Juta! Loker Admin Online Shop di PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk Area Tangerang Banten, Cek di Sini!

Lagipula jajaran pelayan dengan pelayanan seperti itu dianggap terlalu mewah dan flamboyan, sangat tidak cocok dengan tradisi budaya bangsa Indonesia.

Sajian ala rijstaffel ini praktis hampir lenyap, karena saat ini hanya disajikan di beberapa rumah makan mewah di Indonesia.***

 

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: Dari Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Rahasia di Balik jam Tangan, Apa Tujuanya?

Jumat, 3 April 2026 | 19:12 WIB
X