Sajian tersebut seperti nasi goreng, soto ayam dan krupuk, masakan Tionghoa Indonesia yakni babi kecap, lumpia, dan bakmi, serta hidangan yang dipengaruhi Eropa seperti semur daging.
Bukan cuma itu saja, masih banyak pilihan lain dari kuliner Nusantara yang bisa di hibrida dengan masakan Eropa atau Asia. Hal ini dimungkinkan karena kita masih memiliki ribuan pulau dengan 300 suku bangsa lebih yang pastinya memiliki kuliner khas masing-masing.
Pada masa kolonial terutama di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, sajian ala rijsttafel yang paling bergengsi di Hindia Belanda adalah saat momen luncheon
(makan siang atau santap siang) tiap-tiap hari Minggu di Hotel des Indes di Batavia dan Hotel Savoy Homann yang ada di kota 'Kembang' Bandung
Pada saat luncheon tersebut, nasi disajikan bersama lebih dari 60 macam hidangan baik hibrida, maupun yang Nusantara asli. Laksana menjamu para raja di kastil-kastil Eropa, para pelayan ini menggunakan pakaian resmi atau rapih seperti beskap, blagkon, kain batik, dan kebaya untuk pelayan perempuan.
Mereka berjalan beriringan beberapa orang sambil membawa lebih dari puluhan macam hidangan dan mereka sajikan secara rapih di atas meja para tetamu yang sedang luncheon.
Restoran yang menyajikan risjtaffel pada saat ini bisa dibilang sudah tidak banyak lagi. Pasca kemerdekan Indonesia tahun 1945, sajian ala rijstaffel mungkin masih saja dipraktekkan oleh orang Indo-Belanda yang memiliki akar budaya Hindia Belanda yang kuat.
Akan tetapi setelah periode Revolusi Kemerdekaan, di Indonesia berkembang semangat nasionalisme dan menolak unsur-unsur budaya barat terutama Belanda. Hal ini berdampak pada sajian rijstaffel yang masyarakat Indonesia menganggap sebagai bentuk eksploitasi terhadap bangsa Indonesia.
Eksploitasi tersebut bisa dilihat dari jajaran pelayan pribumi yang bekerja dengan perlakuan sebagai bangsa rendahan.
Lagipula jajaran pelayan dengan pelayanan seperti itu dianggap terlalu mewah dan flamboyan, sangat tidak cocok dengan tradisi budaya bangsa Indonesia.
Sajian ala rijstaffel ini praktis hampir lenyap, karena saat ini hanya disajikan di beberapa rumah makan mewah di Indonesia.***
Artikel Terkait
Ini Dia Amalan Supaya Lolos PTN Unggulan! Pelajari di Sini Kumpulan Soal TPS untuk UTBK SNBT 2023
SAH! Shayne Pattynama Resmi Menjadi WNI, dan Bisa Membela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023
Nyaris Lumpuh! Perundungan Siswi SMA di Sumatera Selatan, Keluarga Korban Buat Laporan ke Polres Empat Lawang
Mari Bergabung Bersama Orami! Loker Graphic Design Intern Penempatan Tangerang Banten, Segera Kirim Lamaranmu!
Pejuang PTN Jangan Sampai Terlewatkan! Ini dia Kalender SNPMB 2023, Beserta Link Download