Ia sudah sering mendengar hal-hal tentang toko merah sampai suatu ketika mengalaminya sendiri, ia seperti mendengar suara orang menangis di dalam toko, padahal ketika itu malam hari dan sepi.
Baca Juga: 3 Motor Yamaha Paling Ditunggu Publik Tanah Air: Tak Sabar, Motor Teranyar yang Bakal Bikin Gempar
Keangkeran Toko Merah sampai hari ini masih menyisakan cerita horor dan mengerikan jika diceritakan.
Dilansir dari BondowosoNetwork.com, Toko Merah dibangun pada tahun 1730 oleh Gustaaf Willem baron van Imhoff di atas tanah seluas 2.471 meter persegi.
Nama "Toko Merah" berdasarkan salah satu fungsinya yakni sebagai sebuah toko milik warga Tionghoa, Oey Liauw Kong sejak pertengahan abad ke-19 untuk jangka waktu yang cukup lama.
Baca Juga: 30 Kunci Jawaban Games Shopee Tebak Kata Tantangan Harian Edisi Minggu 16 Oktober 2022
Di sekitar toko merah dahulunya adalah kawasan permukiman orang-orang elit atau orang kaya raya di zaman VOC.
Saat ini Toko Merah sudah tidak seseram dulu tampilannya, karena sudah direnovasi dan dialihfungsikan menjadi gedung yang terkadang disewakan untuk acara-acara tertentu.
Walaupun menurut banyak orang, sebaiknya acara tersebut dilakukan di siang atau sore hari saja, mengingat begitu banyak cerita horor terjadi di Toko Merah ketika malam hari.*
Artikel Terkait
Cerita Horor, Hotel Angker di Bali, Kendaraan Kerap Dibikin Berhenti saat Melewatinya
Merinding Maak! Cerita Horor Penunggu Terowongan Casablanca, Klakson Tiga Kali jadi Ritual
Cerita Horor Jin Pengganggu di Jalur Maut Tanjakan Bangangah Pandeglang, Penampakan Ular Hitam Sangat Panjang
Cerita Horor Pasar Gaib di Sekitar Kawah Gunung Merapi, Menjelang Malam Riuh Pasar dan Gamelan Terdengar
Cerita Horor Pantai Laut Selatan, Ada Penunggu yang Tak Mau Diganggu