Momentum Hari Gizi dan Peran Mahasiswa Dalam Pencegahan Stunting

photo author
Ubaedillah KlikRead, Klik Read
- Kamis, 25 Januari 2024 | 06:58 WIB
Yeni Widyastuti, M.Si  (Dok. Pribadi)
Yeni Widyastuti, M.Si (Dok. Pribadi)

Baca Juga: Aware Dengan Pertumbuhan Remaja, KKM Kelompok 12 Untirta Gelar Program Sosialisasi Pusat Informasi dan Konseling Remaja (Pik-R)

Dalam penanganan stunting, Direktorat Jenderal Perguruan Tinggi (Dirjen DIKTI) berkomitmen dan mendukung pencegahan stunting melalui Program Kampus Siaga dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas).  Mahasiswa diberikan peluang untuk dapat berperan aktif menyelesaikan permasalahan di masyarakat yang salah satunya adalah persoalan stunting. Perguruan Tinggi berperan penting dalam memberikan rekomendasi dari beragam hasil kajian dan penelitian sebagai bagian dari upaya edukasi dan melakukan promosi kepada masyarakat melalui pendekatan keluarga. Dilansir dari Tanoto Foundation yang concern dengan persoalan stunting terdapat 5 (lima) target groups dalam upaya pencegahan stunting yaitu (1) Kelompok Remaja; (2) Kelompok Pasangan Muda; (3) Kelompok Ibu Hamil; (4) Kelompok Ibu Menyusui dan (5) Keluarga dengan Anak Balita.

Mahasiswa memiliki beragam bentuk kegiatan untuk mengambil peran dan berkontribusi nyata dalam upaya pencegahan stunting. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan mahasiswa adalah:

  1. Edukasi dan Sosialisasi.

Mahasiswa dapat berperan melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang pentingnya gizi yang baik dan seimbang untuk pertumbuhan dan perkembangan anak. Mahasiswa dapat melakukan hal ini melalui seminar, sosialisasi, temu warga melalui arisan ibu-ibu, pertemuan di sekolah, Posyandu dan sebagainya.

  1. Pendampingan Keluarga

Mahasiswa dapat melakukan pendampingan kepada keluarga dengan anak yang memiliki resiko stunting, Mahasiswa dapat memberikan informasi dan bimbingan kepada orangtua terkait pola makan yang sehat, perawatan anak dan pentingnya pemeriksaan Kesehatan secara rutin.

  1. Penelitian dan Inovasi

Mahasiswa dapat melakukan penelitian terkait stunting untuk meningkatkan pemahaman tentang factor-faktor penyebab dan upaya pencegahannya. Mahasiswa juga dapat mengembangkan inovasi dalam bidang gizi dan Kesehatan anak untuk mengatasi masalah stunting.

  1. Partisipasi dalam Program Pemerintah

Mahasiswa dapat berpartisipasi dalam program pemerintah yang bertujuan untuk pencegahan stunting. Mahasiswa dapat terlibat dalam kegiatan Mahasiswa Peduli Stunting  yang diluncurkan oleh Kementerian Kesehatan, dimana program ini melibatkan mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada calon pengantin, ibu hamil beresiko dan ibu menyusui.

  1. Advokasi dan Kampanye.

Mahasiswa dapat menjadi advokat dalam memperjuangkan kebijakan dan program pencegahan stunting. Mereka dapat melakukan kampanye untuk meningkatkan perhatian masyarakat dan pemerintah terhadap masalah stunting serta pentingnya Langkah-langkah pencegahan yang efektif.

Baca Juga: Vivere Group Lagi Buka Loker Terbaru untuk Beberapa Posisi Ini, Yuk Gercep Cek Informasinya di Sini!

 

Kesimpulan

Momentum Peringatan Hari Gizi setiap tanggal 25 Januari menjadi salah satu bagian bentuk upaya peningkatan kesadaran masayarakat tentang terpenuhinya salah satu kebutuhan dasar manusia yaitu Kesehatan. Fokus pencegahan dan penerapan Langkah-langkah yang efektif dalam pencegahan stunting merupakan urgensi yang membutuhkan komitmen kuat dari seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Indonesia Maju akan tercapai melalui terciptanya Generasi Emas Harapan Bangsa di masa yang akan dating.

 

Referensi:

MILLATI, Nisrina Anis, dkk. 2021. Cegah Stunting Sebelum Genting:Peran Remaja dalam Pencegahan Stunting. Tanoto Foundation

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ubaedillah KlikRead

Sumber: klikread.com

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X