Emir Qatar Membalas Segala Kritikan Mengenai Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar

photo author
Khairul, Klik Read
- Kamis, 27 Oktober 2022 | 07:03 WIB
Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, menjawab semua kecaman dan kritikan terhadap Qatar menjelang Piala Dunia 2022 (dohanews.co)
Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar, menjawab semua kecaman dan kritikan terhadap Qatar menjelang Piala Dunia 2022 (dohanews.co)

Baca Juga: Ronaldo Enggan Melihat Messi Menjadi Juara dan Mengangkat Piala Dunia 2022 Qatar

Kelompok-kelompok hak asasi manusia di Qatar telah memuji pemerintahan Qatar dengan memperbaiki undang-undang perburuhannya, seperti dengan mengadopsi upah minimum bulanan sekitar 275 dollar/bulan pada tahun 2020,

Kemudian pemerintah Qatar membongkar sebagian besar sistem “kafala” yang telah mencegah pekerja berganti pekerjaan atau meninggalkan negara tanpa persetujuan majikan mereka. Namun, para aktivis menyerukan lebih banyak yang harus dilakukan.

Baca Juga: Argentina Dilanda Badai Cedera Menjelang Piala Dunia 2022, Yang Terbaru Adalah Nico Gonzalez

Dalam beberapa bulan terakhir tekanan dan kecaman meningkat di Qatar atas adanya kriminalisasi terhadap homoseksualitas atau kelompok LGBTQ. Hukum Qatar menyerukan hukuman penjara satu sampai tiga tahun untuk orang dewasa yang dihukum karena hubungan seks gay atau lesbian.

Federasi sepak bola Eropa atau UEFA bulan lalu mengumumkan niat mereka untuk setiap kapten tim Eropa untuk mengenakan ban lengan dengan desain hati pelangi sebagai bagian dari kampanye anti-diskriminasi selama pertandingan internasional diadakan termasuk di Piala Dunia.

Baca Juga: Kontrak Fantastis Mbappe Dengan PSG Bocor ke Publik, Semusim Dapat 72 Juta Euro dan Bonus 180 Juta Euro

Untuk masalah itu Qatar mengatakan bahwa semua orang diterima di Piala Dunia, termasuk penggemar LGBTQ, tetapi setiap pengunjung, fans, suporter harus menghormati budaya konservatif negara itu, di mana menunjukkan kasih sayang di depan umum - bahkan di antara heteroseksual - adalah hal yang tabu.

Pada hari Selasa lalu (25/10/2022), seorang aktivis veteran yang berbasis di Inggris mengadakan protes satu orang di depan Museum Nasional Qatar. Aktifis itu bernama Peter Tatchell, usia 70 tahun, memegang poster yang menuduh Qatar memenjarakan anggota komunitas LGBTQ.

Baca Juga: Komposisi Pemain Argentina Yang Bakal Dibawa Oleh Lionel Scaloni ke Piala Dunia 2022 Qatar

Penjaga keamanan museum mengklaim dia ditangkap tetapi kemudian mengakui bahwa polisi hanya menanyainya sebentar di trotoar.

Qatar membantah dia ditangkap dan mengatakan klaim sebaliknya "sepenuhnya salah."

"Seseorang yang berdiri di bundaran lalu lintas dengan ramah dan profesional diminta untuk pindah ke trotoar, tidak ada penangkapan yang dilakukan," kata kantor komunikasi pemerintah Qatar dalam rilis pernyataan mereka menanggapi isu yang berbeda.

Baca Juga: Siapa Penyanyi Anthem Piala Dunia 2022 Qatar Nanti? Nora Fatehi, Bintang Bollywood Keturunan Maroko

Dalam pidatonya, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani berjanji sorotan mencolok dari acara olahraga terbesar dunia itu juga akan menguntungkan Qatar secara ekonomi dan mengangkat sepakbola Qatar di kancah dunia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Khairul

Sumber: AP News

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Belanda Bangkit, Taklukkan Norwegia 2-1

Sabtu, 28 Maret 2026 | 09:41 WIB

Cristian Romero Diburu Tiga Raksasa Spanyol

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:06 WIB

Marc Marquez Kesal, Emosi Meledak di Brasil

Rabu, 25 Maret 2026 | 19:58 WIB

Ducati Yakin Gresini Tetap Bertahan di MotoGP

Selasa, 24 Maret 2026 | 19:15 WIB
X