Baca Juga: Punya Resolusi Kamera Kelas Dewa, Intip Spesifikasi HP Samsung Galaxy M53 5G
Akibat tembakan gas air mata itu, banyak penonton yang mengalami sesak napas.
Kerusuhan yang terjadi di stadion Kanjuruhan menyebabkan dua kendaraan polisi dirusak, bahkan salah satunya dibakar.
Tak hanya itu, suporter juga dilaporkan membakar fasilitas lain di stadion.
Parahnya lagi kerusuhan juga berimbas ke luar stadion.
Delapan kendaraan polisi dirusak massa yang kecewa dengan hasil pertandingan.
Baca Juga: 5 Inspirasi Desain Rumah 2 Lantai Model Terbaru 2022
Seluruh pemain Persebaya sempat tertahan hingga satu jam di kendaraan taktis milik polisi untuk menghindari serangan.
Mobil rantis yang ditumpangi Persebaya juga dilempari suporter Arema FC.
Baca Juga: Pilih Aja, Bund! Inspirasi Desain Rumah untuk Ruang Laundry, Cucian Aman dari Hujan dan Cepat Kering
Sekitar pukul 03:00, Minggu (2/10), Polda Jawa Timur menggelar konferensi pers atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan.
Sebanyak 127 orang dilaporkan meninggal, dua di antaranya polisi.
Akibat kejadian itu PSSI mengancam Arema FC dengan hukuman dilarang menjadi tuan rumah hingga sisa kompetisi Liga 1 2022/2023.
Artikel Terkait
Preview Portugal vs Spanyol, Laga Terakhir UEFA Nations League Grup 2, Seperti Laga Final Buat La Furia Roja
Jadwal Lengkap Sepakbola Liga Top Eropa Pekan Ini, Ada Derby Manchester dan London Utara, Link Live Streaming!
Super Sunday Big Match, Manchester City vs Manchester United, Prediksi dan Starting XI Kedua Tim
BREAKING NEWS! 127 Tewas dalam Kerusuhan Usai Laga Persebaya Vs Arema FC di Stadion Kanjuruhan Malang
127 Tewas di Kerusuhan di Kanjuruhan, Persebaya Vs Arema FC, Ridwan Kamil: Stasiun TV Jangan Cuma Kejar Rating