KLIKREAD.COM - Jalur Pantura (Pantai Utara) Jawa, dengan panjang sekitar 1.341 km saat ini, berakar dari proyek De Grote Postweg (Jalan Raya Pos) yang dibangun oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda, Herman Willem Daendels, antara tahun 1808-1811.
Jalan ini membentang dari Anyer (Banten) hingga Panarukan (Jawa Timur) awalnnya dibangun untuk kebutuhan militer dan pos surat.
Dan dibangun dengan keringat, darah, dan nyawa para pekerja, terutama kaum pribumi yang menjadi buruh kerja paksa.
Baca Juga: Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan
Pada masa Mataram, cikal bakal Jalan Pantura ini berfungsi untuk kepentingan konsolidasi kekuasaan antara wilayah pedalaman dan pesisir.
Jalan Raya Pantura ini juga sebagai media penghubung untuk diplomasi antara Mataram dengan para utusan, baik dalam maupun luar negeri, seperti utusan kongsi dagang Hindia Timur atau VOC.
Mataram juga berusaha mengontrol wilayah pesisir dengan menempatkan orang yang dipercayainya.
Baca Juga: Gedung Perundingan Linggarjati Saksi Penting Sejarah Terbentuknya RIS
Kunjungan wajib pada hari-hari pisowanan merupakan cara Mataram untuk mengontrol kesetiaan wilayah Pesisir tersebut.
Dalam proses pengawasan ini, sarana transportasi darat berupa jalan raya yang menghubungkan Mataram dengan pesisir diperlukan.
Jalan Raya Pantura juga menjadi sarana diplomasi antara orang Belanda dan Mataram.
Hal ini terlihat dari cerita perjalanan Hendrick de Haen yang ditunjuk menjadi duta VOC untuk Mataram pada 1621.
Baca Juga: Wisata Sejarah Situs Purbakala di Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan Jawa Barat
Diceritakan bahwa ia berangkat dari Batavia menuju Tegal menggunakan jalur laut, sementara itu perjalanan dari Tegal menggunakan jalur darat.
Artikel Terkait
Menelaah Piramida Gunung Sadahurip yang Dipercaya Buatan manusia Terkubur di Bawah Tanah
Gedung SMAN 3 Bandung Dulunya Merupakan Gedung Sekolah Belanda dan Kalangan Ningrat
Menilik Sejarah Bangunan Kantor Polrestabes Bandung, Dulunya Dikenal Gedung Sekolah Raja Zaman Hindia Belanda
Sejarah Gedung Sjahrir Tempat Menginap Delegasi Indonesia pada Perundingan Linggarjati
Melihat Situs Lingga Tempat Beerkumpulnya Raja-raja di Tatar Pasundan Berusia 2.000 Tahun
Wisata Sejarah Peninggalan Petilasan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangin Berupa Situs Tujuh Sumur
Objek Wisata Kolam Cibulan Legenda Prajurit Ditenung Prabu Siliwangi Menjadi Ikan Dewa Penghuni Kolam
Wisata Sejarah Situs Purbakala di Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan Jawa Barat
Gedung Perundingan Linggarjati Saksi Penting Sejarah Terbentuknya RIS
Mengenal Munggahan, Tradisi Menyambut Bulan Suci Ramadan