Inilah Awal Mulanya Diwajibkannya Berpuasa di Bulan Suci Ramadan

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Selasa, 17 Februari 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi. Awal Mulanya Diwajibkannya Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan
Ilustrasi. Awal Mulanya Diwajibkannya Berpuasa di Bulan Suci Ramadhan

Dilansir dari NU Online, sejarah kewajiban puasa Ramadhan tidak terlepas dari peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw ke negeri Yatsrib (Madinah). Peristiwa tersebut merupakan titik pijak penyempurnaan syariat Islam di kemudian hari.

Puasa Ramadhan diwajibkan kepada Nabi Muhammad dan umatnya pada bulan Sya’ban tahun ke-2 hijriah dengan cara dan model yang dilakukan umat Islam hingga kini.

Affandi Mochtar dan Ibi Syatibi dalam buku Risalah Ramadhan (2008) mengungkapkan, sebelum ayat yang mewajibkan puasa turun, umat Islam biasa berpuasa wajib pada 10 Muharram atau Hari Asyura.

Baca Juga: Sebenarnya Bersedekah Itu Bisa Memberkahi Harta Kita dan Tidak akan Berkurang

Ketika Nabi Muhammad hijrah dan tiba di Madinah, beliau mendapati orang-orang Yahudi juga berpuasa pada 10 Muharram tersebut.

Orang-orang Yahudi menyatakan, pada 10 Muharram Allah swt menyelamatkan Nabi Musa dan kaumnya dari serangan Raja Fira’un.

Kemudian Nabi Musa berpuasa pada 10 Muharram sebagai tanda syukur kepada Allah.

Lalu, Nabi Muhammad memerintahkan umat Islam agar berpuasa pada tanggal 10 Muharram.

Baca Juga: Tidak Ada Doa yang Tak Sampai, karena Allah SWT Benar-benar Maha Mendengar

Pada awalnya umat Islam diwajibkan berpuasa sampai waktu maghrib. Setelah berbuka mereka masih diperbolehkan makan, minum, dan melakukan hubungan seks suami-istri hingga kemudian melakukan shalat Isya dan tidur.

Setelah melakukan shalat Isya dan tidur, mereka tidak diperbolehkan lagi untuk makan, minum, atau berhubungan seks hingga tiba saatnya waktu berbuka.

Namun, praktik ini benar-benar menyulitkan umat Islam sehingga tidak sedikit yang melanggar larangan tersebut.

Allah swt kemudian menurunkan sebuah ayat yang dijelaskan dalam QS Al-Baqarah ayat 187 yang menyatakan, umat Islam diperbolehkan makan, minum, dan berhubungan intim dengan para istrinya sepanjang malam bulan puasa hingga terbit fajar.

Baca Juga: Dengan Doa Segala Pasti Mungkin Terjadi, Tak Terkecuali Hal yang Mustahil

Tentu saja ayat tersebut disambut gembira oleh umat Islam kala itu sembari memanjatkan syukur atas kasih sayang Allah swt.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Tiket Menuju Surga, Sabar dan Ikhlas Menghadapi Ujian

Selasa, 24 Februari 2026 | 14:18 WIB

Al Quran Sebagai Obat Penyembuh Segala Penyakit

Selasa, 24 Februari 2026 | 13:27 WIB

Ternyata Tawakal Salah Satu Pintu Pembuka Rezeki.

Senin, 23 Februari 2026 | 17:26 WIB
X