KLIKREAD.COM - Tanda-tanda Allah berpaling dari hamba-Nya adalah ketika hamba tersebut disibukkan dengan hal-hal yang tidak bermanfaat (maksiat, hal yang dimakruhkan, atau berlebihan dalam hal yang mubah).
Dan dicabut nikmatnya untuk beribadah, atau menjadi bangga dengan kemaksiatan.
Tanda lainnya adalah sulit mengingat Allah dan mudah melakukan maksiat tanpa penyesalan.
Baca Juga: Berbuat Maksiat Ibarat Meminum Racun, dan Taubat Adalah Penawarnya
Sebagai umat Islam tentu harapan terbesarnya adalah diperhatikan dan dicintai oleh Allah SWT.
Hal yang paling celaka bagi seorang hamba Allah adalah berpalingnya Allah darinya.
Imam Al Ghazali dalam Kitab Ayyuhal Walad memberikan nasihat kepada muridnya.
Kemudian ia menyampaikan sebuah nasihat atau sabda Nabi Muhammad SAW kepada umatnya.
Nabi Muhammad SAW bersabda,
Baca Juga: Segeralah Berdoa agar Merdeka dari Syirik dan Bid'ah
"Tanda berpalingnya Allah dari hamba-Nya adalah ia (hamba) disibukan dengan sesuatu yang tidak bermanfaat.
Dan sesungguhnya orang yang telah kehilangan sesuatu dari umurnya untuk selain ibadah.
Tentu sangat layak baginya kerugian yang panjang.
Barang siapa umurnya telah melebihi 40 tahun sementara amal kebaikannya tidak melebihi amal keburukannya maka bersiap-siaplah masuk neraka."
Baca Juga: Raih Ketenangan Bukan dengan Meditasi, Melainkan dengan Imam dan Amal Shalih
Artikel Terkait
Pahami Ini dengan Seksama 'Lakukanlah 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara'
Jangan Lewatkan, Ternyata Inilah Keutamaan Shalat Dhuha yang Kita Kejar Setiap Hari di Dunia
Kita Hanyalah Tanah yang Allah Beri Nyawa, Jangan Merasa Sombong dan Tinggi Hati
Bukan Tugas Kita Menghisab Dosa Orang Lain, Kita Hanya Menyampaikan dengan Bijak
Jangan Resah dan Khawatir, Rezeki Itu Sudah Dijamin Allah SWT
Inilah Menyebabkan Ketaatan Menjadi Berat dan Ibadah Terasa Hambar
Inilah Cara Menggapai Manisnya Keimanan dan Lezatnya Ketaatan kepada Allah SWT
Raih Ketenangan Bukan dengan Meditasi, Melainkan dengan Imam dan Amal Shalih
Segeralah Berdoa agar Merdeka dari Syirik dan Bid'ah
Berbuat Maksiat Ibarat Meminum Racun, dan Taubat Adalah Penawarnya