Namun yang paling khusus, itu berupa nasi ketan yang dicampur parutan kelapa, pisang raja, kue apem dan kue pasung.
Namun ada juga yang lebih simpel, yakni membawa nasi urap campur telur atau gorengan.
Tradisi ini bukan sesuatu yang buruk, tidak bertentangan dengan syariat dan justru menjadi perantara dari dakwah Islam yang humanis di Nusantara.
Meski secara wadah merupakan tradisi baru dalam Islam, akan tetapi secara subtansi semua di dalamnya merupakan nilai-nilai keislaman itu sendiri.
Juga yang paling pentingnya lagi, punggahan merupakan cara umat Islam untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Karena termasuk orang yang beruntung ketika datangnya Ramadhan, ia bergembira untuk menyambutnya.
Baca Juga: Wisata Sejarah Peninggalan Petilasan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangin Berupa Situs Tujuh Sumur
Sebuah hadits yang termaktub dalam Durrotun Nasihin dikatakan:
مَنْ فَرِحَ بِدُخُولِ رَمَضَانَ حَرَّمَ اللهُ جَسَدَهُ عَلىَ النِّيْرَانِ
Artinya: Siapa bergembira dengan masuknya bulan Ramadhan, Allah akan mengharamkan jasadnya masuk neraka.
Kata “Punggahan” merupakan berasal dari bahasa Jawa yakni “munggah” yang artinya “naik”.
Yakni dimaksudkan untuk menaikkan bulan suci Ramadhan.
Akan tetapi, dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) kata "munggah" merupakan sebutan untuk hari terakhir di bulan Ruwah, sehari sebelum dimulai berpuasa Ramadhan.
Baca Juga: Melihat Situs Lingga Tempat Beerkumpulnya Raja-raja di Tatar Pasundan Berusia 2.000 Tahun
Artikel Terkait
Warga Temukan Batu Berukir Purbakala di Gunung Bangkok Kabupaten Garut
Menelaah Piramida Gunung Sadahurip yang Dipercaya Buatan manusia Terkubur di Bawah Tanah
Gedung SMAN 3 Bandung Dulunya Merupakan Gedung Sekolah Belanda dan Kalangan Ningrat
Menilik Sejarah Bangunan Kantor Polrestabes Bandung, Dulunya Dikenal Gedung Sekolah Raja Zaman Hindia Belanda
Sejarah Gedung Sjahrir Tempat Menginap Delegasi Indonesia pada Perundingan Linggarjati
Melihat Situs Lingga Tempat Beerkumpulnya Raja-raja di Tatar Pasundan Berusia 2.000 Tahun
Wisata Sejarah Peninggalan Petilasan Raja Pajajaran, Prabu Siliwangin Berupa Situs Tujuh Sumur
Objek Wisata Kolam Cibulan Legenda Prajurit Ditenung Prabu Siliwangi Menjadi Ikan Dewa Penghuni Kolam
Wisata Sejarah Situs Purbakala di Museum Taman Purbakala Cipari Kuningan Jawa Barat
Gedung Perundingan Linggarjati Saksi Penting Sejarah Terbentuknya RIS