KLIKREAD.COM, Jakarta – Wali Kota Batam sekaligus ex-officio Kepala BP Batam Amsakar Achmad menegaskan peran strategis transmigrasi sebagai jembatan pemerataan kemajuan dan mengurangi kesenjangan antarwilayah.
Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber dalam pelepasan Tim Ekspedisi Patriot Tahun 2026 oleh Kementerian Transmigrasi di Balai Kartini, Jakarta Selatan, Kamis 30 Juli 2026.
Sebanyak 1.476 orang sumber daya manusia unggul dalam ekspedisi ini akan ditempatkan di berbagai kawasan transmigrasi untuk mendorong inovasi, pemberdayaan masyarakat, dan percepatan pembangunan.
Amsakar pun membagikan pengalaman nyata penanganan relokasi masyarakat di Rempang dan Galang.
Baca Juga: Paling Lambat 31 Agustus, Penerima Alokasi Tanah di Batam Wajib Lapor Lewat LMS
Ia menyambut baik pembangunan kawasan permukiman baru di Tanjung Banun yang dilakukan Kementerian Transmigrasi.
“Alhamdulillah, solusi ini memberikan kepastian hak atas lahan bagi masyarakat sekaligus mewujudkan lingkungan hunian yang lengkap dengan fasilitas penunjang.
Keberhasilan ini buah dari kerja sama erat antara pemerintah pusat, Pemko Batam, BP Batam, dan semua pihak terkait,” ujarnya.
Terkait penyelarasan tugasnya sebagai Wali Kota sekaligus Kepala BP Batam, Amsakar menjelaskan kuncinya ada pada perencanaan terpadu lewat Musrenbang.
Baca Juga: Di Balik Tawa dan Harapan Momen Bersejarah Lahirnya Sekolah Lansia di Pulau Buluh
“BP Batam fokus infrastruktur strategis seperti jalan dan pelabuhan, sedangkan Pemko Batam bergerak di pelayanan dasar dan urusan sosial.
Semua disusun agar saling melengkapi, tidak tumpang tindih,” jelasnya. Pelayanan investasi pun terus dipermudah lewat sistem terpadu demi kepastian hukum.
Di hadapan ratusan anggota tim, Amsakar berpesan agar membawa semangat positif dan menjadi penggerak kemajuan di tempat tugas baru.
“Saya yakin dengan bekal yang dimiliki, kehadiran kalian membawa energi baru, membangun keharmonisan, dan menggerakkan masyarakat untuk semakin produktif,” tutupnya.***