KLIKREAD.COM, Batam — Udara pagi di sekitar Gedung Adat Pulau Buluh, Kecamatan Bulang, terasa berbeda pada Kamis, 30 Juli 2026.
Tidak seperti biasanya yang mungkin hanya sepi atau dihuni angin pantai, hari itu tempat ini dipenuhi deru napas hangat, tawa renyah, dan sepasang mata yang berbinar penuh rindu akan sesuatu yang bermakna.
Di sini, di tengah suasana penuh kekeluargaan, sebuah lembaran sejarah baru tertulis.
Sekolah Lansia "Tok Dalang dan Opah" resmi meluncur.
Baca Juga: Perayaan HUT Dewa Kie Hu Ong Ya, Momen Lestarikan Tradisi dan Perkokoh Persaudaraan
Sebuah nama yang begitu akrab di lidah masyarakat, menjadi simbol penghormatan tinggi bagi mereka yang telah berpuluh tahun mengabdikan diri, merawat keluarga, dan menjaga adat di tanah ini.
Kehadiran sekolah ini disambut antusiasme luar biasa.
Camat Bulang, perwakilan BKKBN Kepri, para tokoh masyarakat, dan jajaran pemimpin kecamatan hadir bukan sekadar menghadiri seremonial, melainkan menyaksikan lahirnya sebuah harapan baru bagi usia senja.
Pertemuan perdana ini diawali dengan kehangatan. Subur, S.Sos., M.Pd., Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bulang, berdiri di depan mereka bukan sebagai pengajar yang kaku, melainkan sebagai orang yang hendak berbagi renungan hidup.
Dengan materi bertajuk “Syukur, Sabar, dan Tawakal di Usia Senja”, ia mengajak para hadirin merenung bahwa memasuki masa tua bukanlah berakhirnya segalanya.
Melainkan saatnya menuai ketenangan jiwa, melapangkan hati, dan mempertebal kepercayaan kepada Sang Pencipta.
Sekolah ini hadir dengan jiwa yang sepenuhnya disesuaikan untuk mereka.
Tidak ada tugas berat yang menyiksa badan. Kurikulumnya dirancang lembut namun menyentuh inti kehidupan, berdiri di atas empat pilar kokoh penguatan mental dan spiritual.