“Sebagaimana kita maklumi, Kepulauan Riau dan Kelantan berada dalam satu lingkup peradaban Melayu yang sama, yang ditopang oleh nilai-nilai Islam sebagai teras utama kehidupan masyarakat.
Baca Juga: Kampanyekan Gema Batam ASRI, Walikota Bersama Warga Goro Bersihkan Lingkungan di Kawasan Batam Kota
Kesamaan akar sejarah dan budaya inilah yang menjadi kekuatan strategis dalam membangun kerja sama yang berkelanjutan.
Baik dalam bidang sosial, keagamaan, maupun kebudayaan,” lanjut Ansar.
Menutup pertemuan tersebut, Gubernur Ansar berharap silaturahmi dan muhibah yang terjalin dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan strategis antara Kepulauan Riau dan Kelantan di masa mendatang.
“Kami berharap, muhibah dan silaturahmi yang telah dilaksanakan ini menjadi titik awal bagi terjalinnya kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan dalam berbagai bidang strategis.
Khususnya penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif,” tutup Ansar.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Ansar juga menyerahkan bantuan berupa tong sampah dan alat kebersihan kepada pengelola kawasan wisata KM 52 Bintan.
Baca Juga: Police Goes To School, Dirlantas Polda Kepri Edukasi Pelajar Soal Keselamatan Berkendara
Bantuan diterima oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bintan bersama Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Penyengat.
Bantuan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau terhadap kebersihan dan pengelolaan destinasi wisata berbasis budaya dan sejarah Melayu.***