Perkuat Ikatan Melayu dan Nilai Keislaman, Gubernur Ansar Sambut Kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia ke Pulau Penyengat

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 8 Mei 2026 | 20:22 WIB
Penyerahan cindramata dari Menteri Besar Kelantan, Malaysia, YAB Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto:Diskominfo Kepri)
Penyerahan cindramata dari Menteri Besar Kelantan, Malaysia, YAB Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud kepada Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto:Diskominfo Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad, menyampaikan rasa hormat dan kebanggaannya atas kunjungan kehormatan dari Pemerintah Negeri Kelantan Malaysia ke tanah Melayu Kepulauan Riau, khususnya Pulau Penyengat.

Ia juga mengaku bangga Pulau Penyengat dikenal sebagai pusat peradaban Melayu dan Islam di masa lampau.

Kunjungan tersebut merupakan silaturahmi berlangsung hangat dan penuh nuansa persaudaraan Melayu-Islam yang telah terjalin sejak lama antara Kepulauan Riau dan Kelantan.

Baca Juga: Walikota Lis Ajak Wali Murid Ciptakan Generasi Emas Berkualitas Komitmen Berikan Perhatian Kepada Anak

Pemerintah Negeri Kelantan diwakili Menteri Besar Kelantan, Malaysia, Yang Amat Berhormat (YAB) Dato’ Panglima Perang Ustaz Dato’ Haji Mohd Nassuruddin bin Haji Daud.

Kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan historis, budaya, dan keagamaan antara dua wilayah serumpun yang memiliki akar peradaban Melayu yang sama.

Dalam kesempatan itu juga dilakukan pertukaran cendera mata antara Gubernur Ansar Ahmad dan Menteri Besar Kelantan sebagai simbol persahabatan dan hubungan baik antarwilayah.

Baca Juga: Walikota Lis Tegaskan Cegah Paham Radikalisme Bukan Hanya Tugas Aparat Keamanan Melainkan Tanggungjawab Bersama

“ Ini merupakan suatu kehormatan besar bagi kami.

Kunjungan ini tidak hanya mencerminkan hubungan baik antarwilayah.

Tetapi juga menjadi manifestasi nyata dari ikatan sejarah, budaya, dan keagamaan yang telah terjalin sejak berabad-abad lamanya,” ujar Ansar.

Baca Juga: Pulau Penyengat Dinilai Miliki Peluang Jadi Model Ekonomi Oranye Berbasis Budaya Melayu

Ansar menegaskan bahwa Kepulauan Riau dan Kelantan berada dalam satu lingkup peradaban Melayu yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam sebagai teras utama kehidupan masyarakat.

Menurutnya, kesamaan sejarah dan budaya tersebut menjadi modal strategis untuk membangun kolaborasi yang lebih luas dan berkelanjutan.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X