KLIKREAD.COM, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi alias KDM menegaskan, persoalan tambang bukan sekadar soal pekerjaan, tetapi juga menyangkut keselamatan dan kualitas hidup masyarakat.
KDM juga menegaskan keputusan membuka kembali tambang tidak bisa dilakukan secara terburu-buru.
Pemerintah harus memastikan kesiapan sistem, termasuk jalur distribusi kendaraan tambang agar tidak kembali memicu masalah di Parungpanjang.
Baca Juga: KDM Minta Polisi Usut Tunas Kerusuhan May Day 2026 di Tamansari Bandung
Hal ini terkait aksi demo ribuan warga di Parungpanjang, Rumpin dan Cigudeg, Kabupaten Bogor.
Dalam unjuk rasa itu mereka meminta agar aktivitas tambang kembali dibuka.
Aksi massa tersebut berlangsung di Lapangan Tegar Beriman, Cibinong, Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu.
Ribuan warga meminta tambang legal yang saat ini ditutup Pemprov Jabar segera kembali beroperasi.
Baca Juga: Buntut Kericuhan di Tamansari Bandung, Polisi Tetapkan 6 Pelajar Jadi Tersangka
"Pertimbangannya kalau dibuka, jalannya mau lewat mana.
Mau tidak mau harus lewat Parungpanjang nanti demo lagi," katanya.
Hingga kini Pemprov Jabar masih mengkaji solusi terbaik terkait polemik tambang di wilayah Parungpanjang dan sekitarnya.
Meski mendapat tekanan dari berbagai pihak, KDM mengaku belum ingin bertemu dengan pengusaha tambang demi menjaga integritas dan memastikan seluruh keputusan dilakukan berdasarkan sistem yang sedang disusun pemerintah.
Baca Juga: Hanya Mengintegrasikan dengan Lapangan Gasibu, Dedi Mulyadi Tegaskan Gedung Sate Tak Dirombak