“Substansi gerakan ini adalah bagaimana kita bergerak bersama menjadikan Batam aman, sehat, resik, dan indah.
Presiden menegaskan tidak ingin lagi melihat kota-kota yang kotor, penuh sampah, baliho semrawut, hingga kabel listrik yang mengganggu estetika,” katanya.
Ia menekankan, gerakan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret dan berkelanjutan.
Sasaran kegiatan meliputi pembersihan lingkungan kantor, sekolah, rumah toko (ruko), hotel, serta fasilitas publik hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.
Selain itu, normalisasi drainase primer dan sekunder dilakukan untuk mengantisipasi banjir, termasuk pembersihan area waduk guna menjaga ketersediaan air bersih.***