Selain itu, bimtek juga mengajarkan penerapan cara produksi pangan olahan yang baik, simulasi penggunaan bahan tambahan pangan, strategi pengemasan.
Dan jug iklan produk, sertifikasi halal, etika bisnis, pengembangan jejaring usaha IRTP.
Hingga penerapan prinsip good manufacturing practice.
“Ini bagian dari upaya memperkuat kapasitas pengelola IRTP agar produk pangan mereka tidak hanya aman dikonsumsi.
Baca Juga: Walikota Tanjungpinang Berharap Turnamen Domino Polresta Bisa Membangun Semangat Kebersamaan Warga
Tetapi juga mampu bersaing di pasar global,” ujar Rustam.
Para narasumber dalam kegiatan ini berasal dari berbagai instansi, di antaranya Loka POM Tanjungpinang, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kepulauan Riau.
Serta Satgas Halal, Pelatih Keamanan Pangan Tanjungpinang, dan jajaran Dinkes Dalduk dan KB Kota Tanjungpinang.
Peserta dinyatakan lulus apabila mengikuti seluruh proses bimtek secara tuntas dan memperoleh nilai evaluasi minimal 60 persen.***