Baca Juga: Bhabinkamtibmas Tiban Baru Laksanakan Cooling System Dukung Program Ketahanan Pangan di Batam
"Di saat air mata jatuh karena rasa empati pada derita seorang ibu yang memiliki empat anak dan membiayai mereka hanya dengan memungut botol-botol bekas tetapi anaknya bisa tumbuh dengan baik.
Sedangkan suaminya menikah lagi dengan orang lain, ini berteriak yel-yel untuk menyelamatkan Persikas karena klubnya berpindah tempat dibeli oleh pihak lain," kata dia
"Tentunya sikap ini adalah sikap yang tidak beradab yang menempatkan sebuah masalah tidak pada tempatnya.
Baca Juga: Geram dengan Ulah Oknum Suporter yang Merusak Stadion GBLA, Dedi Mulyadi Singgung Barak Militer
Dan yang paling penting adalah bahwa hilangnya rasa, hilangnya hati dan hilangnya cinta pada orang yang terlalu mengedepankan ego untuk membela klubnya.
Tetapi mengabaikan fakta derita yang dihadapi oleh warga di hadapan matanya," sambung Dedi.
Dedi tidak menampik, jika apa yang terjadi akan dipelintir oleh segelintir orang. Namun Dedi tidak keberatan akan hal tersebut.
Baca Juga: Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Janjikan Rp 1 Miliar untuk Persib dari Kantong Pribadinya
"Dan tentunya kemarahan saya akan di framing menjadi pemimpin yang emosional dan dibawa kemana-mana.
Bagi saya itu tidak penting dipersilahkan saja, tapi mendidik rakyat bagi saya jauh lebih penting dari sekedar memikirkan popularitas dan elektabilitas," pungkasnya.***