KLIKREAD.COM, Jabar - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menanggapi kritikan sejumlah pihak terhadap program mengirim anak-anak sekolah nakal ke barak pendidikan kebangsaan yang ia terapkan.
Ia menyebutkan, bahwa orang-orang yang menentang program ini hanyalah kaum nyinyir dan pembenci yang tak ingin program tersebut sukses demi kepentingan politik semata.
“Mereka yang nyinyir adalah orang-orang yang mempertuhankan politik.
Meski lidahnya mengaku bertuhan pada Allah, tapi hatinya penuh hasutan,” ujar Dedi lantang dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Instagramnya, Rabu 21 Mei 2025.
Baca Juga: Pidato di Upacara Harkitnas, Dedi Mulyadi: Belum 100 Hari Sudah Banyak Orang Kepanasan
Dalam kesempatan itu, Dedi juga menyinggung bahwa sistem pendidikan nasional perlu dievaluasi.
Hal itulah yang melatarbelakangi pengiriman anak ke barak militer.
“Kalau hanya 18 hari di sini (barak) bisa membentuk semangat nasionalisme, sementara di sekolah tidak.
Berarti ada yang salah dengan sistem pendidikan kita,” katanya.
Baca Juga: Jaga Kamtibmas, Pemko Bandung Bentuk Satgas Premanisme Difokuskan pada Titik Strategis
Dedi menegaskan, pendidikan dari hati dan cinta jauh lebih efektif ketimbang sekadar mengejar angka dan laporan keuangan semata.
Untuk diketahui, kendati telah menerima banyak dukungan masyarakat, program Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengirim anak-anak bermasalah ke barak militer juga tak jarang mendapat kritikan tajam.
Usai Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) minta program dievaluasi, kini giliran organisasi guru Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) keras mendesak kebijakan ini dihentikan.
Sekjen FSGI Fahriza Marta Tanjung menyampaikan, pihaknya menolak kebijakan ini.