“Penyebabnya bisa beragam.
Bukan semata karena sepi pembeli, tapi mungkin juga karena beban operasional seperti sewa yang terlalu tinggi.
Ini yang sedang kami komunikasikan,” ucapnya.
Lis menambahkan, TCC bukan hanya sekadar pusat perbelanjaan, tetapi juga tempat bernaung bagi berbagai pelaku usaha.
“Di dalam TCC ada banyak tenant, seperti studio XXI dan sejumlah toko lainnya.
Jika Matahari tutup, dampaknya tentu besar terhadap operasional dan keberlangsungan pusat perbelanjaan itu,” ucapnya.
Baca Juga: Menandai Pembukaan MTQH ke XIX, Sekda Tanjungpinang Lepas Pawai Taaruf
Karena itu, menurut Lis, pemerintah harus berkomitmen mencari solusi terbaik yang menguntungkan semua pihak.
“Masyarakat juga bisa menjadikan Matahari sebagai alternatif tempat belanja.
Supaya ada keseimbangan antara operasional dan minat konsumen,” tutupnya.***