Li Claudia menjelaskan, Pemko Batam tengah memperkuat sistem persampahan melalui sejumlah langkah strategis.
Termasuk pembangunan blok sel baru di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Blok sel baru tersebut diproyeksikan mampu menampung volume sampah Kota Batam yang berkisar antara 1.000 hingga 1.300 ton per hari untuk empat tahun mendatang.
Selain itu, Pemko Batam juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pengembangan teknologi Waste to Energy (WTE) atau pengolahan sampah menjadi energi.
Baca Juga: Kasus Malaria Meningkat di Senggarang, Dinkes Tanjungpinang Buka Posko Layanan Pemeriksaan
“Kami sedang mempersiapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih modern. Ke depan, arah kebijakan kami adalah menjadikan sampah sebagai sumber energi.
Saat ini Batam masih memiliki ketersediaan lahan yang memadai untuk mendukung proses transisi menuju sistem tersebut,” kata Li Claudia.
Menurutnya, pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkelanjutan menjadi salah satu fokus pemerintah dalam mendukung pertumbuhan kota.
Sekaligus menjaga kualitas lingkungan di tengah pesatnya pembangunan Batam.***
Artikel Terkait
Sekda Sambut Kedatangan Jemaah Haji Kloter 1 Debarkasi Batam Tiba di Tanah Air
Dijadikan Wadah Apresiasi dan Ruang Kreatif, Kesbangpol Batam Umumkan Pemenang Lomba Film Pendek 'Wawasan Kebangsaan' 2026
Kasus Malaria Meningkat di Senggarang, Dinkes Tanjungpinang Buka Posko Layanan Pemeriksaan
Cegah Penyebaran Malarian Lebih Meluas, Dinkes Tanjungpinang Ajak Masyarakat Manfaatkan Posko Layanan Pemeriksaan
Ucapkan Rasa Syukur, Walikota Sambut Kedatangan 142 Jemaah Haji Tanjungpinang
Koperasi Malaysia Jajaki Kerja Sama Koperasi dan UMKM Tanjungpinang
Melalui Coffee Morning, Kapolsek Batu Ampar Perkuat Kemitraan Bersama Insan Pers
Momentum Hari Lahir Pancasila, Polres Bintan Teguhkan Komitmen Menjaga Persatuan Bangsa
Antisipasi Banjir dan Cuaca Ekstrem di Wilayah Pesisir, Polsek Singkep Barat Gitkan Patroli Siaga Bencana
Banyak yang Belum Tahu, Inilah Alamat Sementara Layanan Imigrasi Batam