Wakapolresta Barelang Hadiri Peresmian Gedung Sentrum Caritas, Komitmen Cegah TPPO dan Lindungi Pekerja Migran

photo author
Muhammad Kamil, Klik Read
- Sabtu, 30 Mei 2026 | 15:19 WIB
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, para Pejabat Utama Polda Kepri, PLH. Walikota Batam Li Claudia Chandra, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus,saat sesi photo bersama. (Humas Polresta Barelang)
Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, para Pejabat Utama Polda Kepri, PLH. Walikota Batam Li Claudia Chandra, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus,saat sesi photo bersama. (Humas Polresta Barelang)

KLIKREAD.COM, Batam - Wakapolresta Barelang mewakili Kapolresta Barelang menghadiri peresmian Gedung Sentrum Caritas sekaligus lokakarya peran Balai Latihan Kerja dan Pusat Informasi Migran (BLK-PIM) dalam mendukung migrasi aman di Indonesia.

Kegiatan berlangsung di Shelter St. Theresia Batam, Sei Harapan, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Jumat 29 Mei 2026, pukul 08.00 WIB.

Acara ini menjadi momentum penguatan kolaborasi antarinstansi dalam upaya perlindungan pekerja migran Indonesia dan pencegahan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Kegiatan dihadiri Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, Wakapolda Kepri Brigjen Pol. Dr. Anom Wibowo, para Pejabat Utama Polda Kepri, PLH. Walikota Batam Li Claudia Chandra, Wakapolresta Barelang AKBP Fadli Agus.

Baca Juga: Polresta Barelang Klarifikasi Informasi Viral, Luka Korban Ternyata Akibat Perbuatan Sendiri

Kapolsek Sekupang Kompol Hippal Tua Sirait, Komjen Pol (Purn) Drs. Gregorius Mere, Direktur Eksekutif Caritas Indonesia RD. Fredy Rante Taruk, Uskup Pangkal Pinang Mgr. Adrianus Sunarko, serta para uskup, pengurus yayasan, dan tamu undangan lainnya.

Rangkaian acara meliputi sesi pembukaan, sambutan dari pimpinan lembaga, peresmian gedung, pemberian cenderamata, lokakarya teknis, sesi foto bersama, hingga penutupan kegiatan.

Dalam sambutannya, PLH. Walikota Batam Li Claudia Chandra menegaskan perlunya penguatan sinergi antarlembaga untuk memberikan perlindungan maksimal bagi pekerja migran dan menekan angka kasus TPPO.

Ia menilai keberadaan BLK-PIM yang digagas Caritas Indonesia sebagai langkah nyata dan strategis dalam mendampingi masyarakat, terutama kelompok rentan.

 Baca Juga: Ternyata Hanya Segini Harga Mobil Bekas Innova Reborn Diesel untuk Tahun Muda

Menurut Li Claudia, posisi Batam sebagai kawasan strategis dan pintu gerbang internasional membawa tantangan besar terkait pengelolaan migrasi, penanganan korban TPPO, serta penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.

Kondisi tersebut menuntut kerja sama erat antara pemerintah daerah, aparat hukum, lembaga sosial, dan organisasi kemanusiaan.

“Melalui lokakarya ini, saya berharap sinergi antarlembaga semakin kuat agar upaya memutus mata rantai TPPO dan menekan angka kekerasan di Batam berjalan efektif.

Kehadiran pusat ini menjadi harapan baru bagi masyarakat yang butuh perlindungan dan pendampingan,” ujar Li Claudia.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Nada Salsabila

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X