Dibutuhkan Penguatan Sinergi Lintas TPID, Sekda Kepri Nilai Kendalikan Inflasi di Kepri Dihadapkan Tantangan Geografis dan Tata Niaga

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Jumat, 8 Mei 2026 | 20:41 WIB
High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Kepri Tahun 2026, kegiatan digelar di Aula Bank Indonesia Batam Center.(Foto:Diskominfo Kepri)
High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Kepri Tahun 2026, kegiatan digelar di Aula Bank Indonesia Batam Center.(Foto:Diskominfo Kepri)

KLIKREAD.COM, Kepri - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Misni menegaskan, tantangan pengendalian inflasi di Kepri dihadapkan aspek geografis maritim serta kelembagaan tata niaga.

Hal ini ditegaskan Misni, dibutuhkan penguatan sinergi lintas Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Kabupaen/kota.

Penegasan ini saa Sekda Misni menghadiri High Level Meeting TPID dan TP2DD Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2026.

Baca Juga: Perkuat Ikatan Melayu dan Nilai Keislaman, Gubernur Ansar Sambut Kunjungan Menteri Besar Kelantan Malaysia ke Pulau Penyengat

Kegiatan digelar di Aula Bank Indonesia Batam Center, Kamis 7 Mei 2026 kemarin.

Misni menyampaikan, Kepri sebagai beranda terdepan NKRI sekaligus provinsi kepulauan ke-32 dari 38 provinsi di Indonesia.

Dan didominasi lautan mencapai 98 persen serta terdiri dari 2.028 pulau dan 22 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.

Baca Juga: Walikota Lis Ajak Wali Murid Ciptakan Generasi Emas Berkualitas Komitmen Berikan Perhatian Kepada Anak

Namun kaa dia, memiliki tantangan tersendiri dalam pengendalian inflasi daerah.

“Karakteristik geografis maritim ini menghadirkan tantangan besar, khususnya terkait efisiensi logistik, rantai pasok antar pulau yang rentan terhadap anomali cuaca, disparitas harga.

Hingga keterbatasan produk pertanian lokal,” ujar Misni.

Baca Juga: Walikota Lis Tegaskan Cegah Paham Radikalisme Bukan Hanya Tugas Aparat Keamanan Melainkan Tanggungjawab Bersama

Selain itu, lanjutnya, tantangan juga muncul pada aspek kelembagaan tata niaga pangan dan meningkatnya tekanan inflasi pada sejumlah komoditas utama.

Berdasarkan data April 2026, inflasi tahunan (year-on-year) Kepulauan Riau tercatat sebesar 3,06 persen, lebih tinggi dibanding rata-rata nasional sebesar 2,42 persen.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X