“Budaya bukan sekadar romantisme masa lalu, tetapi menjadi fondasi nilai bagi generasi.
Di tengah arus globalisasi, nilai-nilai lokal kerap tergerus. Karena itu, jati diri harus terus dijaga,” tegasnya.
Ia juga menyinggung keberagaman Indonesia yang memiliki lebih dari 300 suku bangsa.
Menurutnya, budaya merupakan hasil proses panjang yang membentuk pola pikir, sikap, dan perilaku masyarakat.
Selain itu, Amsakar mengapresiasi pengakuan pantun oleh UNESCO sebagai warisan budaya takbenda yang diusulkan secara bersama oleh negara-negara serumpun.
Mengakhiri sambutannya, Amsakar menyampaikan pesan filosofis Melayu sebagai penyemangat pelestarian budaya.
“Esa hilang dua terbilang, patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi.
Baca Juga: Perkuat Keamanan Laut Nasional, Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan Serentak Dilangsungkan di Batam
Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, kegiatan Pantun Tiga Serumpun kolaborasi RRI, RTM, dan RTB secara resmi saya nyatakan dibuka,” ucapnya.***
Artikel Terkait
Gubernur Tekankan Pentingnya Libatkan Generasi Muda Kaderisasi Keberlanjutan Partai
Sambut HBP ke 62, Pegawai Lapas Kelas IIA Batam Melakukan Aksi Donar Darah
BIA 2026 Dijadikan Ajang Kompetisi dan Juga Wadah Strategis Lahirkan Kreatifitas Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik
Sadarkan Keselamatan Berlalu Laintas, Li Claudia Edukasi Siswa Praktikan Cara Nyebrang ZoSS di SDN 001 Batam Kota
Terima Kunjungan Supervisi Baharkam Polri, Kapolda Kepri Tekankan Keberadaan Baharkam Kepri Merupakan Tulang Punggung Kepolisian
Perkuat Keamanan Laut Nasional, Tiga Mako Zona Bakamla Diresmikan Serentak Dilangsungkan di Batam
Kepala BP Batam Tegaskan Program Gema Batam ASRI Wajib Berkelanjutan Bersamaan Gerakan Berbasis Aksi Goro
Pelaku UMKM Tanjungpinang Berharap Dukungan Pemda Penyediaan Mesin Sterilisasi Produk Sambal
Lis Sebut Keberadaan UMKM Jadi Sektor Strategis Menjaga Perputaran Ekonomi Masyarakat
Pemko Tanjungpinang Rampingkan OPD Jadi 26, Pelantikan Pejabat Stuktur Baru Dilakukan Pertengahan Tahun Ini