Komposisi masyarakat kata Gubernur, terdiri dari berbagai suku, antara lain Melayu sekitar 29,97 persen, Jawa 22,7 persen, Batak 12,43 persen, Minang 9,71 persen.
Serta Tionghoa sekitar 7,7 persen, dengan sisanya merupakan suku lainnya seperti Sunda, Bugis, dan berbagai latar belakang etnis lainnya.
“Boleh berbeda suku, berbeda agama, berbeda budaya, tetapi kita dipayungi oleh Bhinneka Tunggal Ika.
Baca Juga: Pemko Tanjungpinang Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan Relatif Aman dan Terkendali
Berbeda-beda namun tetap satu. Inilah kekuatan Kepulauan Riau,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua PSMTI Tanjungpinang-Bintan Djony Janto dalam sambutannya menyampaikan harapan agar Tahun Kuda Api membawa keberuntungan dan kemajuan bagi seluruh masyarakat.***
Artikel Terkait
Pemko Batam Terima Penghargaan Komitmen Dukungan Program MBG dari BPMP Kepri
Kegiatan Jelang Ramadan Dinilai Perkuat Silaturahmi dan Perkokoh Uhuwah Islamiyah
Bisa Membahayakan Penguna Jalan, Bupati Karimun Gerak Cepat Bersihkan Jalan Berpasir dan Kerikil
Polsek Lubuk Baja Perkuat Pengamanan Ibadah Tahun Baru Imlek di Vihara Budhi Bakti Batam
Kementrans Perkuat Pengembangan Kawasan Transmigrasi Barelang Batam Fokus Ciptakan Lapangan kerja
Meski Batam Dinilai Wilayah Multikultural, Namun Walikota Batam Bangga Persatuan dan Kesatuan Tetap Terjaga.
Pemko Tanjungpinang Pastikan Stok dan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan Relatif Aman dan Terkendali
Wakapolresta Barelang Pimpin Upacara Bulanan Kesadaran Nasional, Tekankan Disiplin dan Pelayanan Prima
Diduga Jazz Hotel Batam Lakukan PHK Sepihak kepada Karyawan Rekrutmen
Walikota Tanjungpinang Terbitkan SE Penutupan Tempat Hiburan Selama Bulan Ramadan