Di situlah letak pelajaran pentingnya.
Bahwa jurnalisme bukan hanya tentang kecepatan menyampaikan kabar, tetapi juga tentang ketepatan memahami struktur dan kewenangan.
Bahwa sebuah berita yang baik lahir bukan hanya dari keberanian bertanya, tetapi juga dari ketelitian mengetahui kepada siapa pertanyaan itu seharusnya diarahkan.
Pertemuan itu mungkin tidak dihadiri kamera televisi atau sorotan besar.
Baca Juga: Kasus Pencopetan Turis Singapura: Batam Harus Bergerak Cepat
Namun maknanya mengalir pelan, seperti arus laut yang tak terlihat tapi menentukan arah pelayaran.
HPN 2026 di Batam pun menemukan wajahnya yang lebih dewasa.
Namun bukan sekadar merayakan peran pers sebagai pengawas, tetapi juga sebagai pihak yang bersedia belajar.
Baca Juga: HPN 2026: PWI Batam Gelar Serangkaian Pelatihan Literasi di Sekolah Menengah Pertama
Di ruang audiensi itu, pers tidak sedang kehilangan wibawa.
Justru di sanalah wibawa itu tumbuh. Saat kerendahan hati membuka pintu, dan kata-kata belajar berlabuh di tempat yang semestinya***
Artikel Terkait
Polsek Batu Ampar Laksanakan Pengamanan Pendistribusian Air Bersih bagi Warga Tanjung Sengkuang
Sektor Kepelabuhanan BP Batam Catatkan Kinerja Solid Sepanjang 2025
RSBP Batam Pelajari Pengelolaan Layanan Hiperbarik
HPN 2026: PWI Batam Gelar Serangkaian Pelatihan Literasi di Sekolah Menengah Pertama
Kasus Pencopetan Turis Singapura: Batam Harus Bergerak Cepat
Walikota Amsakar Ikuti Konvoi Vespa, Semarakkan March of the Mods 2026
LAM Kepri Kota Tanjungpinang Peringati Isra Mikraj, Fokus Tingkatkan Kualitas Ibadah
MTQH ke-XX Tingkat Kelurahan Melayu Kota Piring Resmi Dibuka
Perkuat Semangat Literasi di Sekolah, PWI Batam Beri Penghargaan Pelajar SMKN 4 Batam
Walikota Amsakar Apresiasi Inkanas Kepri, Sebut Karate Bentuk Karakter Atlet