Masyarakat Diimbau Tidak Panic Buying, Walikota Tanjungpinang Jamin Pasokan Sembako Aman Jelang Nataru

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Rabu, 10 Desember 2025 | 15:33 WIB
Walikota Tanjungpinang saat menggelar program Dialog Tanjungpinang Pagi di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)
Walikota Tanjungpinang saat menggelar program Dialog Tanjungpinang Pagi di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang – Walikota Tanjungpinang Lis Darmansyah, mengimbau agar masyarakat tidak Panic Buying terhadap ketersediaan bahan pokok (sembako).

Walikota Lis menjamin bahwa pasokan sembako akan aman menjelang Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Imbauan Lis ini disampaikan saat program Dialog Tanjungpinang Pagi di Studio Pro 1 RRI Tanjungpinang, Rabu 10 Desember 2025.

Baca Juga: Jaga Inflasi, Wawako Tanjungpinang Tegaskan Jaga Kelacaran Distribusi Sembako dan Perkuat Koordinasi Lintas Daerah

Meski diprediksi bahwa menjelang Nataru ini potensi cuaca ekstrem, namun Pemko Tanjungpinang memastikan pasokan sembako tetap aman.

Saat ini Lis sendiri rutin memantau harga dan stok dilakukan setiap hari untuk komoditas utama seperti beras, cabai, bawang, gula, dan sayur mayur.

“Beberapa komoditas sempat naik karena cuaca, tapi tidak ada lonjakan signifikan.

Warga tidak perlu panic buying, stok mencukupi,” imbaunya.

Sementara pasokan kebutuhan pokok Tanjungpinang berasal dari tiga zona utama, yakni Bintan, Sumatera Barat, dan Jambi.

Baca Juga: Kendalikan Inflasi, Pemko Batam Gelar Pasar Murah Sembako Bersubsidi Serentak di 47 Titik Tersebar di 12 Kecamatan

Jika suplai dari Sumatera Barat terganggu akibat bencana, pasokan dari Jambi dan daerah pemasok lain diperkuat melalui koordinasi dengan distributor.

“Harga memang fluktuatif karena cuaca, tetapi kebutuhan pokok masih aman,” tambah Lis.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemko bersama Forkopimda akan menggelar operasi pasar dan memperketat pengawasan gudang distributor guna mencegah penimbunan.

“Jika barang masuk 50 ton tapi yang didistribusikan hanya 30 ton, itu indikasi menahan barang. Kami akan menindak tegas,” tegas Lis.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X