Pemerintah provinsi, lanjutnya, menunggu tindak lanjut berupa program nyata, penelitian lanjutan, hingga pemberdayaan masyarakat.
Baca Juga: Pemko Batam Mendorong Kebijakan dan Program Berpihak pada Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas
Masukan dari para kolaborator dipandang penting sebagai dasar penyusunan regulasi dan tata kelola pelestarian budaya.
“Jika aturan tidak diperkuat, warisan budaya bisa tergerus dan hilang perlahan.
Kegiatan seperti ini diharapkan terus berkembang agar mampu memperkaya pelestarian budaya Melayu dan menjaga karakteristinya,” tuturnya.
Acara yang turut dihadiri kolaborator dari Belanda, Wakil Rektor III Umrah Suryadi, Kepala BPK Wilayah IV Jumhari.
Serta juga Sekjen Ikatan Ahli Perencana Wilayah dan Kota Indonesia Syamsinar ini dirangkai dengan penyerahan sertifikat dan cinderamata.***
Artikel Terkait
Nassar Hibur Ribuan Warga di Puncak Acara Hari Jadi ke-77 Kabupaten Bintan
Dinas Perkim Kepri Rampungkan Pekerjaan Program Rehabilitasi 40 Rutilahu di Kabupaten Bintan
Kapolresta Barelang Tegaskan Siap Siaga Perkuat Pengamanan Nataru
Tingkatkan Daya Saing Tenaga Kerja Lokal, Disnaker Batam Beri Pelatihan Kompetensi pada Tenaga Kerja Produktif
Kapolsek Bengkong Berikan Himbauan Early Warning System kepada Nelayan Terkait Cuaca Ekstrem di Perairan Batam
Polresta Barelang Gelar Panen Raya Jagung Serentak Kuartal IV Dukung Swasembada Pangan 2025 di Bengkong
Pemko Batam Mendorong Kebijakan dan Program Berpihak pada Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas
Perkuat Batam Menuju Kota Berbasis Smart City, Diskominfo Batam Luncurkan Tiga Inovasi Digital
Hadapi Jelang Nataru, BI Bersama Pemko Batam Jaga Stabilas Harga dan Tingkatkan Layanan Transaksi Digital
Wawako Raja Ariza Segera Tindaklanjuti Kolaborasi Pelestarian Budaya Hasil The International Workshop on HUL