Gubernur Kepri Berharap Hasil Rumusan Rumusan Pemetaan Warisan Budaya Takbenda Pulau Penyengat Dapat Dukungan Semua Pihak

photo author
Harment Aditya, Klik Read
- Kamis, 4 Desember 2025 | 20:10 WIB
Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Pemerintahan dan Hukum, Sardison dan Wawako Tanjungpinang Raja Ariza foto bersama peserta Internasional Workshop on HUL.  (Foto:Diskominfo Tanjungpinang.)
Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Pemerintahan dan Hukum, Sardison dan Wawako Tanjungpinang Raja Ariza foto bersama peserta Internasional Workshop on HUL. (Foto:Diskominfo Tanjungpinang.)

KLIKREAD.COM, Tanjungpinang - Gubernur Kepri Ansar Ahmad berharap, hasil rumusan pemetaan warisan budaya takbenda di Kota Lama Tanjungpinang dan Pulau Penyengat dapat dukungan penuh semua pihak.

Rumusan tersebut dari hasil The International Workshop on Historic Urban Landscape (HUL), berupa Mapping Intangible Heritage yang berlangsung sejak 30 November 2025.

Dan resmi ditutup di Gedung Dekranasda Kepri, kawasan Gurindam 12, Tanjungpinang, Kamis 4 Desember 2025.

Baca Juga: Wawako Raja Ariza Segera Tindaklanjuti Kolaborasi Pelestarian Budaya Hasil The International Workshop on HUL

Kegiatan ini memaparkan hasil pemetaan warisan budaya takbenda di Kota Lama Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.

Harapan Gubernur Kepri tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kepri Bidang Pemerintahan dan Hukum, Sardison saat mewakili Gubernur Ansar Ahmad dalam sambutan penutupan acara The International Workshop on HUL tersebut.

Dikataknnya, bahwa workshop ini merupakan kegiatan pertama di Kepri dalam pemetaan warisan budaya takbenda secara komprehensif.

Baca Juga: Hadapi Jelang Nataru, BI Bersama Pemko Batam Jaga Stabilas Harga dan Tingkatkan Layanan Transaksi Digital

“Saya menaruh perhatian besar karena masih banyak pihak yang peduli terhadap pelestarian budaya takbenda.

Sesuai harapan dari pak Gubernur Kepri, kegiatan semacam ini harus terus mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan,” ucapnya.

Menurutnya, keberadaan budaya, bahasa, dan kuliner menjadi penanda identitas suatu daerah.

Baca Juga: Perkuat Batam Menuju Kota Berbasis Smart City, Diskominfo Batam Luncurkan Tiga Inovasi Digital

Ia berharap hasil workshop tidak berhenti pada laporan pemetaan saja, tetapi berlanjut pada kerja sama penelitian, pengembangan program.

Dan juga penguatan aspek budaya di seluruh wilayah Kepri, tidak hanya di Penyengat dan Kota Lama, tetapi juga Lingga, Anambas, dan Natuna.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Harment Aditya

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X